RADAR BOGOR - Kabar mengejutkan datang dari klub Catalan, Barcelona di jendela transfer musim panas ini.
Salah satu bek andalannya musim lalu, Inigo Martinez dilepas menuju klub Arab Saudi, Al-Nassr.
Kepindahan bek asal Basque tersebut tentunya tak diperkirakan suporter mengingat ia memainkan peran yang vital di lini belakang bersama Pau Cubarsi, selain itu juga tak ada desas-desus yang mengaitkan kepindahannya dari Camp Nou.
Inigo Martinez akan bergabung dengan status free transfer karena terdapat klausul kesepakatan dalam kontraknya bersama Barca yang memungkinkan kedua belah pihak untuk dapat melakukan pemutusan kontrak di tengah jalan.
Inigo Martinez akan terikat kontrak bersama klub yang dikapteni oleh Cristiano Ronaldo tersebut hingga 2026 dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Spekulasi bermunculan bahwa hengkangnya Inigo adalah untuk melapangkan slot gaji yang akan digunakan untuk mendaftarkan dua pemain baru, yakni Joan Garcia dan Marcus Rashford.
Asumsi tersebut tak sepenuhnya keliru mengingat Barca memang disebut masih bermasalah dengan financial fair play, dimana klub asal Catalan tersebut masih belum memenuhi kriteria untuk kembali ke aturan 1:1.
Aturan 1:1 adalah skema yang memungkinkan sebuah klub La Liga untuk mengosongkan secara penuh slot gaji untuk pemain yang telah pergi, hal ini bisa dilakukan apabila tim memiliki neraca keuangan yang seimbang.
Sementara itu, Barcelona sendiri masih berkutat dengan beban gaji pemain dan staf yang tinggi tanpa kemudian diiringi dengan sumber pendapatan yang berarti dari aktivitas penjualan pemain.
Juara La Liga tersebut hanya akan mampu memanfaatkan enam puluh persen dari gaji yang ditinggalkan Inigo Martinez.
Kepergian Inigo Martinez secara otomatis membawa Barca dalam situasi krisis bek tengah, di mana praktis saat ini hanya ada tiga pemain di sektor ini yang tersisa, yakni Christensen, Araujo, dan Cubarsi.
Di antara tiga nama tersebut pun hanya Cubarsi yang dianggap stabil, mengingat Christensen baru saja pulih pasca mengalami cedera panjang dan Araujo kerap bermasalah dengan konsistensi pada laga penting.
Sejatinya Barcelona juga memiliki Jules Kounde dan Eric Garcia yang notabene berposisi natural sebagai bek tengah, namun pada musim lalu dan di sesi pramusim keduanya lebih banyak dipasang pada posisi fullback.
Situasi tersebut memaksa Hansi Flick untuk putar otak dalam memanajemen lini belakang untuk mengarungi musim depan, terlebih mendatangkan bek baru pun bukan opsi yang mudah.
Pasalnya, Barca berburu dengan waktu yang hanya menyisakan tiga minggu lagi sebelum bursa transfer ditutup serta situasi keuangan yang juga tak memungkinkan untuk bergerak secara luwes.
Dalam waktu kurang dari seminggu, Blaugrana bakal memulai petualangannya di kompetisi resmi dengan menghadapi Real Mallorca di Estadi de Son Moix.***