RADAR BOGOR - Pemain tim nasional Indonesia Nathan Tjoe A-on yang saat ini memperkuat Willem II di kasta kedua Belanda atau Eerste Divisie, tampil sebagai starter saat timnya bertandang ke markas Almere City.
Dalam laga tersebut, Nathan ditempatkan oleh pelatih John Stegeman di luar posisi naturalnya sebagai pemain belakang, yakni gelandang sayap kiri dalam skema 4-1-4-1.
Nathan tampil selama 75 menit dalam pertandingan yang dimenangkan oleh Willem dengan skor 1-0 tersebut, sebelum digantikan oleh pemain dua puluh tahun Per van Loon.
Meskipun di atas kertas dipasangkan sebagai gelandang sayap kiri, Nathan terlihat lebih banyak beroperasi di area setengah lapangan pada laga tersebut dan cenderung bertugas untuk melakukan pressing tinggi di area lawan.
Terbukti pada laga tersebut, Nathan lebih dominan melakukan aksi bertahan yang mana ia melakukan tiga sapuan, satu intersep, dan tiga tekel, sementara itu aksi ofensifnya tidak terlihat menonjol dimana ia tak mencatatkan satu pun umpan kunci, dribbling, maupun tembakan.
Nathan juga mendapatkan satu kartu kuning pada laga tersebut sebagai imbas atas ganjalan kerasnya terhadap fullback Almere City, Misha Engels, pada menit 53.
Partai menghadapi Almere City ini merupakan laga ketiga secara berturut-turut bagi Nathan sejak didatangkan secara gratis dari Swansea City pada jendela transfer musim panas lalu.
Pada pekan perdana Eerste Divisie ketika Willem II harus rela menelan kekalahan pahit dari ADO Den Haag dengan skor 1-5, pemain 23 tahun tersebut tampil dari bangku cadangan menggantikan Max de Waal pada menit 63.
Meskipun hanya tampil selama 27 menit dalam keadaan timnya telah tertinggal 1-4, Nathan tampil cukup solid dengan mencatatkan tiga sapuan dan satu tekel, walhasil Willem hanya kebobolan satu gol tambahan sejak Nathan dimasukkan.
Penampilan solid sebagai pemain pengganti pada pekan perdana membuat pria berdarah Semarang tersebut dipercaya tampil sebagai starter dalam pekan kedua menghadapi FC Eindhoven, ia dimainkan sebagai bek kiri.
Nathan tampil selama sembilan puluh menit dalam laga yang berakhir dengan kekalahan Willem dengan skor 0-1 tersebut, ia mencatatkan satu sapuan dan 70 persen akurasi umpan.
Hal menarik yang dapat dilihat pada tiga laga tersebut adalah kemampuan pelatih John Stegeman dalam mendeteksi kekuatan utama dari Nathan, yakni versatilitas, daya juang, serta daya jelajahnya yang sangat tinggi.
Kepercayaan Stegemann tersebut menjadi modal penting bagi Nathan untuk memulihkan kembali tempatnya yang lepas di starting eleven utama tim nasional seiring dengan kehadiran gerbong pemain keturunan baru.
Meskipun masih rutin mendapatkan pemanggilan, namun Nathan terhitung sudah cukup jarang menjadi pilihan utama sejak kursi kepelatihan berpindah ke Patrick Kluivert.
Dalam empat pertandingan yang dipimpin Kluivert, Nathan hanya bermain dalam satu pertandingan dimana ia tampil sebagai starter kala tim nasional Garuda dihantam 1-5 oleh Australia, kemudian tiga pertandingan setelahnya ia hanya nangkring di bangku cadangan.
Performanya yang turun di tim nasional disinyalir merupakan imbas dari minimnya menit bermain yang ia dapatkan bersama klub sebelumnya, Swansea City, dimana musim lalu ia hanya tampil dalam tiga pertandingan dengan total durasi 133 menit.
Saat ini Nathan Tjoe A-on tengah membangun ulang kariernya bersama Willem II yang mana ia memulai musim dengan sangat baik, bila ia dapat menjaga konsistensinya, bukan tak mungkin ia akan mencuri kembali tempatnya di starting eleven tim nasional.***