RADAR BOGOR – Rivalitas antara Arsenal dan Tottenham Hotspur pada musim ini tampaknya tak hanya panas di arena lapangan hijau, melainkan juga pada pasar transfer.
Beberapa waktu sebelumnya, dua klub yang sama-sama berbasis di London Utara tersebut bersaing memperebutkan tanda tangan pemain bertalenta milik Crystal Palace, Eberechi Eze.
Pemain berusia 27 tahun tersebut sempat tinggal selangkah lagi bergabung dengan Tottenham Hotspur. Namun, ia justru berbalik arah dalam waktu sekejap kala Arsenal mendekatinya.
Crystal Palace sejatinya mendapatkan tawaran dengan nominal sama dari kedua tim peminat Eze.
Akan tetapi, Eze memutuskan bergabung dengan Arsenal yang merupakan klub masa kecilnya.
Manuver Arsenal dalam menelikung calon rekrutan baru rival sekotanya dilatarbelakangi oleh situasi krisis pemain depan pasca Kai Havertz didiagnosis mengalami cedera lutut.
Sebelumnya, The Gunners juga tak bisa diperkuat oleh striker asal Brasil, Gabriel Jesus.
Terbaru, Bukayo Saka harus menepi selama tiga hingga empat minggu akibat cedera pada bagian hamstring.
Setelah saga Eberechi Eze, Arsenal dan Tottenham Hotspur kini kembali bersaing pada bursa transfer yang menyisakan kurang dari seminggu.
Pemain yang diperebutkan adalah bek Bayer Leverkusen sekaligus penggawa timnas Ekuador, Piero Hincapié.
Arsenal dan Tottenham Hotspur telah menjalin kontak personal dengan pihak pemain. Namun, kedua tim menawarkan proposal yang agak berbeda kepada Bayer Leverkusen.
Dikutip dari jurnalis The Athletic, David Ornstein, Arsenal akan mencoba bernegosiasi untuk memangkas klausul rilis Piero Hincapié yang berjumlah 60 juta euro atau setara dengan Rp1,1 triliun.
Sementara itu, disitir dari jurnalis Sky Sports, Fabrizio Romano, Tottenham Hotspur menawarkan skema pinjaman dengan opsi wajib beli sesuai nominal klausul rilis yang akan dibayarkan pada 2026.
Di tengah pendekatan kedua tim, Piero Hincapié yang merupakan bagian vital dalam kesuksesan Leverkusen di bawah Xabi Alonso dikabarkan lebih memprioritaskan Arsenal sebagai pelabuhan barunya musim ini.
Musim lalu, bek berusia 23 tahun tersebut menjadi salah satu nama yang tak tergantikan di jantung pertahanan Bayer Leverkusen. Ia mencatatkan 45 penampilan dengan torehan 12 cleansheet dan tiga gol.
Pelatih baru Leverkusen, Erik ten Hag, juga menempatkan Hincapié sebagai bagian vital dalam rencananya.
Terlebih pasca kapten tim sekaligus bek andalannya, Jonathan Tah, memutuskan tak memperpanjang kontrak.
Meskipun begitu, langkah antisipasi bila Hincapié hengkang sejatinya telah disiapkan Ten Hag. Die Werkself mendatangkan dua bek tengah sekaligus pada musim ini, yakni Jarrell Quansah dan Loïc Badé.
Bila transfer Hincapié ke Arsenal atau Spurs terealisasi, ia akan mengikuti jejak eks rekan setimnya di Leverkusen yang lebih dahulu berlabuh ke Inggris, seperti Granit Xhaka, Jeremie Frimpong, hingga Florian Wirtz.***
Editor : Eli Kustiyawati