RADAR BOGOR - Asosiasi Futsal Kota (Afkot) Bogor menginisiasi kursus pelatih futsal level nasional.
Kegiatan ini berlangsung selama sepekan hingga Selasa (2/9/2025) mendatang.
Ada 34 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka berasal dari berbagai wilayah yang ada di Provinsi Jawa Barat. Mulai dari Bogor, Depok, hingga Karawang.
Ketua Umum Afkot Bogor, Ibrahim Fajri mengatakan kursus pelatihan futsal ini merupakan amanah dari Asosiasi Futsal Provinsi Jawa Barat. Para pematerinya digararansi sebagai orang-orang berkompeten
“Salah satunya pa Ade Lesamana mantan pelatih futsal Timnas. Nah yang lain memang instruktur yang berpengalaman di tingkat nasional,” ujar Ibrahim.
Selama kursus berlangsung, Ibrahim menyebut seluruh peserta akan dibekali berbagai pengetahuan tentang futsal. Mulai dari cara melatih fisik, merancang strategi bermain, hingga aturan bermain.
Ibrahim menerangkan aturan bermain ini menjadi hal yang penting untuk diketahui oleh para pelatih futsal. Sebab berdasarkan analisisnya masih ada saja diantara mereka yang belum mengetahui rulle of the game futsal.
“Ini akan sangat berbahaya dan menimbulkan kesalah fahaman dalam bertanding. Dengan materi-materi yang disampaikan kami berharap pra pelatih ini bisa meningkatkan kompetensinya dan dapat memberikan edukasi kepada para atlet futsal nantinya,” ucap Ibrahim.
Pasca pelatihan ini berlangsung, Ibrahim mengatakan para peserta akan diberi lisensi tingkat nasional.
Dokumen ini semacam ijazah. Yang bisa dijadikan oleh para pelatih sebagai portofolio.
“Jadi salah satu syarat bagaimana si pelatih ini bisa mengembangkan karirnya. Kalau suatu saat dia menanngani tim Bogor dia itukan harus ada syratnta ambil lisensi nasional,” kata Ibrahim pada Radar Bogor, Selasa (25/8/2025).
Ibrahim memberikan garansi bahwa kedepan kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan. Levelnya kepelatihannya akan ditingkatkan. Sehingga para pelatih ini bisa mendapatkan lisensi level AFC atau Asia.
“Kami di Afkot Bogor akan berkomitmen untuk terus mendorong futsal lebih baik lagi. Selain dari sisi pembinaan atlet, maka para pelatih juga harus diperhitungkan. Karena mereka yang bersentuhan langsung,” pungkasnya (rp1)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim