RADAR BOGOR – Nama Fermin Lopez mendadak jadi bahan perbincangan hangat setelah Chelsea dikabarkan menaruh minat pada gelandang muda Barcelona tersebut.
Meski skuad The Blues sudah dipenuhi banyak pemain kreatif, ketertarikan terhadap Fermin Lopez seolah menunjukkan bahwa mereka masih mencari tambahan tenaga baru di lini serang.
Fermin Lopez bukanlah pemain yang sejak kecil ditakdirkan untuk menjadi bintang besar. Ia lahir di El Campillo, sebuah kota kecil di selatan Spanyol, dan baru bergabung dengan akademi Barcelona, La Masia, saat usianya menginjak 13 tahun setelah sebelumnya membela Real Betis.
Perjalanannya tidak selalu mulus, sebab pada 2022 ia bahkan sempat dipinjamkan ke klub kasta ketiga, Linares, karena gagal masuk tim Barcelona B.
Namun, justru di sana ia menunjukkan kualitas luar biasa dengan torehan 12 gol dan 4 assist dalam satu musim.
Penampilan impresif itu membuat namanya kembali dilirik, hingga pelatih Xavi Hernandez memanggilnya untuk mengikuti tur pramusim Barcelona di Amerika Serikat pada 2023. Keputusan tersebut menjadi titik balik karier Fermin.
Ia mencetak gol indah dalam laga El Clasico kontra Real Madrid, sebuah momen yang membuat Xavi menahan niat untuk melepasnya sekaligus membuka jalan menuju skuad utama Blaugrana.
Sejak saat itu, Fermin Lopez perlahan membuktikan diri sebagai pemain penting meski sering memulai laga dari bangku cadangan.
Ia mencatatkan 19 gol dan 11 assist dalam 89 pertandingan bersama Barcelona, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh untuk pemain berusia 22 tahun.
Pencapaiannya pun tidak hanya di level klub, karena bersama timnas Spanyol ia turut membawa pulang gelar juara Euro 2024 serta medali emas Olimpiade Paris, bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut.
Gaya bermainnya khas lulusan La Masia, penuh kontrol, percaya diri di ruang sempit, serta mampu menjaga aliran bola tetap hidup.
Bedanya, Fermin Lopez punya keberanian lebih untuk mengambil risiko, baik lewat tembakan keras dari luar kotak penalti maupun pergerakan menusuk ke dalam area berbahaya.
Energi dan keberaniannya membuatnya selalu menjadi opsi segar ketika diturunkan sebagai pemain pengganti.
Barcelona sendiri sebenarnya masih membutuhkan jasanya, tetapi kondisi finansial klub yang rumit membuat mereka tidak bisa menutup mata terhadap tawaran yang masuk.
Melepas produk akademi seperti Fermin bisa menghadirkan keuntungan instan karena tidak ada biaya transfer sebelumnya.
Namun, Barca tidak akan melepasnya dengan harga murah, sebab mereka menyadari potensi besar sang gelandang.
Di sisi lain, bagi Chelsea, kehadiran Fermin Lopez bisa memberikan variasi di lini serang yang kini masih bertumpu pada kreativitas Cole Palmer.
Dengan jadwal padat termasuk Liga Champions, tambahan pemain seperti Fermin akan memberi fleksibilitas lebih.
Pertanyaannya, apakah ini benar-benar kebutuhan mendesak atau sekadar strategi untuk menambah kedalaman skuad yang sudah penuh sesak dengan pemain menyerang?
Hanya waktu yang akan membuktikan, apakah Fermin Lopez akan benar-benar mengenakan seragam biru London, atau tetap melanjutkan kisahnya di Camp Nou bersama Barcelona.(***)
Penulis: Muhammad Fadly Ardhian S/PKL Universitas Pakuan
Sumber: The Athletic