Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Indonesia Terancam Tidak Berkibar, Kok Bisa? Badan Antidoping Dunia Sudah Kirim Surat kepada Menpora

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 03:35 WIB
Ketua Organisasi Antidoping Indonesia (IADO) Gatot Dewa Broto
Ketua Organisasi Antidoping Indonesia (IADO) Gatot Dewa Broto

RADAR BOGOR - Bendera Merah Putih terancam tak bisa berkibar ketika event internasional berlangsung.

Termasuk saat Timnas Indonesia berjuang di Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Ronde Keempat pada Oktober, hingga perhelatan SEA Games Thailand Desember.

Pasalnya, Badan Antidoping Dunia (WADA) mengirimkan surat resmi kepada Menpora, Dito Ariotedjo per 28 Agustus 2025.

Surat itu ditandatangani Direktur WADA Asia/Oceania Dr YaYa Yamamoto.

Indonesia bisa diberikan sanksi pembekuan seperti pada 2021 karena tak patuh program antidoping.

Ketua Organisasi Antidoping Indonesia (IADO), Gatot Dewa Broto menyatakan bahwa WADA selalu monitor seluruh NADO. Termasuk IADO.

"Di bulan Januari hingga Maret kepergok karena tidak ada pengambilan sampel yang sifatnya di luar kompetisi," ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos.

Sedangkan di ajang single event, yang diambil sampel saat perhelatan badminton seperti Indonesia Masters.

"Nah yang ditanya itu di luar event, wajib dilakukan juga," paparnya.

Gatot menuturkan, dari teguran awal dari 6 dan 11 Maret, pihaknya kemudian bergerak.

Kemenpora Belum Cairkan Anggaran

Sejauh ini, anggaran belum dicairkan dari Kemenpora.

Dari pengajuan Rp 17 Miliar anggaran yang diajukan dalam setahun, belum ada yang sudah cair.

"Sama sekali belum. Jadi selama ini sejak Januari sampai hari ini (29 Agustus) kami tidak gunakan anggaran dari APBN," jelasnya.

Disinggung soal dana di luar pemerintah, sejatinya diperbolehkan. Hanya saja, waktu yang ada tidak cukup.

"Jadinya kami fokus untuk mengamankan agar tidak dapat sanksi. Karena berat. Jadi selama ini kami backup pakai dana pribadi. Tapi kan tidak bisa terus-terusan backup. Kan sudah empat tahun saya pegang 2022, 2023, 2024, 2025," ucapnya.

Kini, dampak negatif menanti Indonesia di ajang seperti SEA Games jika anggaran tetap tidak diturunkan.

"Jadi nanti juara itu pas naik panggung Indonesia Raya bisa dinyanyikan tapi merah putih tidak bisa dikibarkan.Termasuk kalau kita dapat peringkat dua dan ketiga pun tidak bisa," katanya. "Kemudian ada Kualifikasi Piala Dunia di Qatar itu juga bola nggak bisa. Dulu pernah kejadian Kan di AFF 2021 pakai benderanya PSSI," tambahnya. (raf/bas)

Editor : Siti Dewi Yanti
#indonesia #Antidoping #SEA Games Thailand #merah putih #Piala Dunia