Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ditahan Imbang Rayo Vallecano, Hansi Flick Ingatkan Pemain Barcelona : Ego Bisa Hancurkan Kesuksesan Tim!

Yosep Awaludin • Kamis, 4 September 2025 | 11:00 WIB
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, kecewa dengan cedera yang dialami Lamine Yamal usai membela Timnas Spanyol.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, kecewa dengan cedera yang dialami Lamine Yamal usai membela Timnas Spanyol.

RADAR BOGOR - Barcelona harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Rayo Vallecano dalam lanjutan La Liga.

Meski Bercelona sempat unggul lebih dulu lewat penalti Lamine Yamal, tim asuhan Hansi Flick kehilangan konsentrasi dan gagal mempertahankan keunggulan.

Pertandingan ini menjadi laga ketiga Barcelona di liga musim ini. Dari tiga laga tersebut, mereka sudah mengumpulkan tujuh poin.

Saat ini Barcelona menempati posisi keempat klasemen sementara, tertinggal dari Real Madrid yang meraih tiga kemenangan beruntun.

Usai pertandingan, Hansi Flick menekankan pentingnya kebersamaan dalam skuad. Pelatih berusia 60 tahun itu menegaskan bahwa Barcelona harus bermain sebagai tim, bukan hanya mengandalkan kemampuan individu atau mementingkan ego masing-masing pemain.

“Yang paling penting bagi saya adalah setelah bursa transfer ditutup, semua pemain fokus 100 persen untuk tim. Tidak boleh ada ego, karena itu bisa menghancurkan peluang meraih kesuksesan,” kata Flick.

Pelatih asal Jerman tersebut terlihat kecewa dengan sikap para pemainnya yang dinilai kurang solid.

Menurutnya, Barcelona butuh kerja sama dan semangat kolektif agar bisa bersaing dengan rival-rival berat di La Liga maupun kompetisi Eropa.

Pernyataan Flick mendapat dukungan dari gelandang muda Barcelona, Pedri. Ia sepakat bahwa kebersamaan adalah kunci utama untuk mengulang kesuksesan musim lalu.

“Tahun lalu, semua pemain bermain untuk tim. Setiap orang memberikan yang terbaik, bukan untuk diri sendiri, tapi demi kemenangan bersama. Itulah yang membuat kami bisa meraih gelar,” jelas Pedri kepada Catalunya Radio.

Sementara itu, bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, memberikan pandangan berbeda. Ia menilai masalah utama saat melawan Rayo bukan soal ego, melainkan intensitas permainan yang tidak konsisten sejak awal pertandingan.

“Saya tidak melihat ini soal ego. Kami tidak memulai laga dengan intensitas yang sama seperti di akhir pertandingan. Benar bahwa kami membuat banyak kesalahan, dan itu yang harus diperbaiki,” kata Yamal melalui RTVE.

Meski kecewa dengan hasil imbang tersebut, Yamal mengingatkan bahwa Barcelona sudah meraih tujuh poin dari sembilan yang mungkin, dan semua laga itu dimainkan di kandang lawan.

“Kami belum bermain di kandang sama sekali, semua pertandingan tandang. Jadi menurut saya, itu juga harus diperhitungkan,” tambahnya.

Situasi ini membuat Barcelona harus segera membenahi diri sebelum jeda internasional selesai. Flick berharap para pemain kembali dengan fokus penuh dan siap tampil lebih kompak.

Barcelona akan menghadapi Valencia pada 14 September mendatang. Laga ini akan menjadi ujian penting untuk melihat apakah pesan Hansi Flick soal kebersamaan bisa diterapkan di lapangan.

Jika tidak, Barcelona akan menghadapi risiko kehilangan poin penting lagi, yang dapat berdampak pada persaingan di papan atas La Liga musim ini. (***)

Penulis: Ahmad Raul / Magang Universitas BSI Depok
Sumber: Goal, Catalunya Radio, RTVE

Editor : Yosep Awaludin
#barcelona #la liga #Hansi Flick