RADAR BOGOR – Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menyampaikan beberapa pernyataan kontroversial dalam wawancara dengan El Chiringuito TV beberapa waktu lalu.
Pochettino bersumpah dalam kesempatan tersebut bahwa ia tidak akan pernah menerima tawaran Barcelona, bahkan jika klub asal Catalonia itu memberinya kesempatan.
Pria asal Argentina tersebut membeberkan alasan di balik pernyataan itu, yakni karena ia merasa memiliki ikatan kuat dengan Espanyol dan mengidentifikasi dirinya sebagai penggemar rival sekota FC Barcelona tersebut.
“Bahkan jika mereka (Barça) memberikan tawaran, aku tidak akan pernah menerimanya. Aku mengidentifikasi diri saya sebagai penggemar Espanyol,” ujar Mauricio Pochettino.
Dalam wawancara itu, Pochettino juga berbicara tentang identitas Catalan yang melekat pada FC Barcelona. Ia menyebutkan bahwa Espanyol jauh lebih “Catalan” dibandingkan rival sekotanya.
“Saya pikir Espanyol adalah klub yang jauh lebih independen dan jauh lebih Catalan daripada Barcelona,” ujar pria berusia 53 tahun itu.
Tak hanya itu, Pochettino mempertanyakan slogan “Mes Que un Club” yang disandang FC Barcelona.
Menurutnya, slogan itu mengandung unsur yang dapat mendoktrinasi anak-anak untuk menganut ide tertentu.
“Kata mereka, Barça lebih dari sekadar klub. Apa maksudnya? Anak-anak perlu diindoktrinasi dengan ide-ide tertentu?” tukas Pochettino dalam wawancara dengan Josep Pedrerol.
Pernyataan Pochettino yang mengglorifikasi Espanyol dan merendahkan FC Barcelona tidaklah mengherankan.
Pasalnya, ia pernah memperkuat Espanyol baik sebagai pemain maupun pelatih.
Pochettino memperkuat Espanyol sebagai pemain selama dua periode, yakni pada 1994–2001 dan 2004–2006, sebelum akhirnya mengakhiri kariernya di klub tersebut.
Selama memperkuat Espanyol, pelatih yang saat menjadi pemain berposisi sebagai bek itu mencatatkan 318 penampilan dengan koleksi 15 gol.
Ia juga mengantarkan klub tersebut merengkuh dua gelar Copa del Rey.
Karier kepelatihannya juga diawali dengan menahkodai klub berjuluk Periquitos itu.
Pochettino bertahan selama 3,5 musim dengan prestasi terbaik berupa membawa Espanyol menempati peringkat kedelapan La Liga pada musim 2010/2011.
Saat ini, Pochettino menjabat sebagai pelatih tim nasional Amerika Serikat.
Prestasi terbaiknya sejauh ini adalah membawa The Yanks finis sebagai runner-up CONCACAF Gold Cup 2025 setelah kalah dari Meksiko di babak final.***
Editor : Eli Kustiyawati