RADAR BOGOR - Joao Pedro langsung jadi sorotan usai bergabung dengan Chelsea musim panas ini. Striker Brasil berusia 23 tahun itu berhasil mencetak lima gol dalam lima laga perdananya.
Tak hanya itu, Joao Pedro juga mengungkap cerita menarik soal awal kedatangannya ke Stamford Bridge markas Chelsea, termasuk rasa gugupnya ketika bertemu Cole Palmer.
Joao Pedro bergabung ke Chelsea di musim panas ini setelah ditebus dari Brighton dengan harga fantastis, mencapai £60 juta atau setara Rp1,3 triliun. Angka itu bikin dirinya otomatis jadi sorotan besar.
Tak butuh waktu lama, Joao Pedro langsung nyetel dengan permainan The Blues. Dalam lima penampilan pertamanya saja, ia sudah mencetak lima gol. Start yang luar biasa untuk pemain baru.
Namun, di balik awal yang manis, Joao Pedro mengaku sempat merasa gugup. Bukan soal harga transfer atau tekanan fans, melainkan soal bagaimana ia diterima oleh rekan setim barunya.
Salah satu sosok yang paling ia pikirkan adalah Cole Palmer. Winger muda ini sudah jadi idola baru di Chelsea sejak tampil gemilang musim lalu.
Pedro bercerita, saat pertama kali datang, ia langsung mendekati Palmer. Ia ingin memastikan hubungan mereka berjalan baik, apalagi keduanya sama-sama pemain penting di lini depan.
“Aku bilang ke Cole: aku di sini buat bantu kamu,” kata Pedro kepada The Standard. Kata-kata itu jadi awal chemistry mereka di lapangan.
Seiring waktu, kekompakan Pedro dan Palmer makin terlihat. Mereka saling mengerti pergerakan satu sama lain, sehingga sering bikin repot pertahanan lawan.
Pedro mengakui kalau Palmer adalah sosok yang agak pendiam. Tapi justru dari situ, mereka bisa saling melengkapi. Palmer lebih tenang, sedangkan Pedro penuh energi.
Kerja sama keduanya memberi harapan besar bagi Chelsea yang sedang mengejar banyak target musim ini. Termasuk ambisi meraih gelar setelah periode sulit beberapa musim terakhir.
Pedro percaya, ia bisa membantu Palmer, begitu juga sebaliknya. “Dia tahu saya bisa bantu dia, dan saya juga tahu dia bisa bantu saya,” ungkap Pedro kepada The Standard
Kini, fans Chelsea bisa mulai bermimpi melihat duet Pedro – Palmer jadi senjata utama tim. Kombinasi mereka mungkin saja jadi kunci sukses The Blues di kompetisi besar.
Dari awalnya gugup, Joao Pedro justru menemukan rekan yang bisa membuatnya lebih nyaman. Kini, keduanya punya misi yang sama: membawa Chelsea kembali ke jalur juara. (***)
Penulis: Ahmad Raul / Magang Universitas BSI Depok
Sumber: The Standard