RADAR BOGOR – Pemain voli kebanggaan Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, dilaporkan segera meninggalkan klub Turki, Manisa BBSK, untuk kembali memperkuat Surabaya Bank Jatim dalam ajang Livoli Divisi Utama 2025.
Kepulangan Mega bukan keputusan mendadak, melainkan hasil perencanaan matang yang telah disepakati jauh sebelum ia berangkat ke Turki.
Menurut Rianita Panirwan, Asisten Manajer Surabaya Bank Jatim, segala hal terkait jadwal dan kesiapan Mega sudah dibicarakan sejak awal.
“Tidak ada paksaan dalam keputusan ini. Bahkan sebelum Mega ke Turki, semua sudah dibicarakan, termasuk persiapan untuk Livoli dan SEA Games,” ungkapnya.
Alasan Strategis di Balik Kepulangan Megawati
Durasi liga di Turki yang relatif singkat dibandingkan dengan liga di Korea Selatan menjadi salah satu alasan utama kembalinya Mega ke Indonesia.
Keputusan ini dianggap sebagai langkah strategis, tidak hanya untuk menjaga ritme permainannya, tetapi juga sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games yang akan datang.
Di Livoli 2025, Mega akan kembali tampil sebagai andalan utama di lini serang Bank Jatim. Kehadirannya diharapkan bisa mengangkat semangat tim dan menjadi inspirasi bagi para penggemar voli Tanah Air.
Performa Gemilang di Turki
Meskipun hanya sebentar bersama Manisa BBSK, Megawati meninggalkan kesan yang sangat positif.
Dalam debut pramusim bertajuk Ferdi Zerek Turnovasi, ia berkontribusi membawa tim menang telak atas Altinordu (3–1), Merinos SK (3–1), dan Infoatirimaka (3–0). Manisa BBSK pun keluar sebagai juara turnamen mini tersebut.
Pelatih Gorkem Kazan bahkan memuji peran Megawati yang dinilai mampu meningkatkan kualitas tim secara signifikan.
Meski sempat lebih sering duduk di bangku cadangan, Mega tetap menunjukkan performa solid dalam waktu bermainnya, termasuk servis ace, spike keras, hingga membantu lini pertahanan sebagai digger dan receiver.
Gelar "Pevoli Terpopuler Dunia" Lepas dari Genggaman
Namun, di tengah performanya yang menjanjikan, Megawati harus rela kehilangan gelar “Pevoli Putri Terpopuler Dunia” versi situs Women Folk Box yang sebelumnya ia raih pada 13 Juli 2025.
Gelar tersebut kini dipegang oleh Melissa Vargas, diikuti oleh Mirai Yildre, Yuki Kowada, Paola Egonu, dan Ekaterina Antropova.
Penurunan popularitas Mega disebabkan oleh turunnya jumlah kunjungan ke profilnya di situs tersebut. Sebagai catatan, indikator utama dalam penilaian “terpopuler” oleh Women Folk Box adalah jumlah pengunjung profil pemain.
Saat meraih gelar tersebut pada Juli lalu, Megawati mendapat 6.476 kunjungan. Namun, belakangan jumlah tersebut tak mampu menyaingi Melissa Vargas yang mencatat lebih dari 35.000 kunjungan.
Perlu dicatat juga, kelima pemain terpopuler saat ini tengah bertanding di ajang bergengsi Women’s World Championship (WCH) 2025 yang secara otomatis mendongkrak eksposur mereka.
Sedangkan Mega, yang sedang mempersiapkan diri di Turki dan akan kembali ke Indonesia, tidak tampil di ajang tersebut.
Kembali untuk Bangsa
Meski demikian, kehilangan gelar bukan akhir dari segalanya. Justru, fokus Megawati kini adalah memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
Dengan bergabung kembali ke Bank Jatim dan tampil di Livoli, Mega bukan hanya menjaga performanya, tetapi juga mempersiapkan diri menuju ajang regional yang lebih besar, SEA Games 2025.
Dukungan masyarakat pun terus mengalir untuk atlet yang kerap dijuluki “Megatron” ini. Banyak yang tak sabar menyaksikan aksi eksplosifnya di lapangan voli Tanah Air.
Kembalinya Megawati menjadi momen yang sangat dinanti, bukan hanya oleh penggemar Bank Jatim, tetapi juga oleh seluruh pecinta voli Indonesia.***
Editor : Eli Kustiyawati