RADAR BOGOR - Pertindangan sengit tersaji di kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day West Java West, Senin 15 September 2025.
Tim yang berlaga yakni SMA 1 Karawang veesus SMA Regina Pacis memiliki kekuatan yang seimbang.
Sejak tip off dimulai, jual beli serangan langsung dipertontonkan oleh kedua tim. Perpindahan bola dari tangan para atlet begitu cepat.
Suasana sore di Gymnasium Vokasi IPB pun berubah menjadi tegang.
Ritme permain itu terus berlangsung hingga memasuki kuarter kedua. SMAN 1 Karawang kerap memaksa nerobos barisan pertahan Joydog, julukan tim basket SMA Regina Pacis.
Namun pertahanan Joydog cukup berlapis. SMAN 1 Karawang pun kehabisan cara untuk menambah skor.
Jelang menit akhir, SMA Regina Pacis kehabisan stamina. Pertahanan mereka pun akhirnya bobol 18:14.
Memasuki kuarter ketiga, Joydog berjibaku mengejar ketertinggalan.
Bola-bola foul yang kerap dilakukan oleh SMAN 1 Karawang dimanfaatkan betul oleh SMA Regina Pacis.
Mereka pun sempat memimpin pertandingan di kuarter ketiga.
Kondisi ini membuat Head Coach SMAN 1 Karawang Rifial Kakbah beberapa kali melakukan time out. Para pemainnya disebut tegang.
Dengan mengubah strategi permainan, akhirnya SMAN 1 Karawang berhasil melucuti Joydog dengan skor akhir di 22:19 dikuarter ketiga.
Pemain polesan Rifial kembali unggul. Keunggulan tersebut membuat pebasket SMAN 1 Karawang lebih enjoy dikuarter keempat.
Passing-passing pendek kerap dilakukan meski berada di area pertahanan.
Sementara SMAN Regina Pacis semakin kesulitan unruk merebut bola. Bahkan bola-bola lop mereka acap kali gagal.
Meski tipis, SMAN 1 Karawang berhasil menutup pertandingan dengan skor 23:21.
“Kedua tim bermain cukup bagus. Kami perang strategi dengan Regina Pacis. Jujur ini membuat kami tegang sekali.
Tempo permainan begitu cepat. Para pemain kami pun terlihat tegang,” beber Rifial pada Radar Bogor.
Beberapa catatan pertandingan telah dikantonginya. Salah satu yang paling disorot yakni stamina para pemain.
Di pertandinngan berikutnya Rifial memastikan bahwa timnya akan tampil jauh lebih optimal.
“Saya akan perbaiki semuanya. Kami akan godog fisik mereka. Di kuarter ketiga kami hampir ketinggalan point, itu karena stamina anak-anak mulai landai, mangkannya ini menjadi catatan kami,” pungkasnya.(rp1)