RADAR BOGOR - Pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan tim nasional Prancis, Ousmane Dembele dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or dalam kategori pesepakbola pria terbaik, pada gala yang digelar di Theater du Chatelet, Paris.
Dembele mengungguli Lamine Yamal yang berada di posisi kedua dan rekan setimnya, Vitinha yang menduduki peringkat ketiga, sementara itu Raphinha yang juga sempat diunggulkan hanya finish di posisi kelima.
Pemain 28 tahun tersebut menjadi pesepakbola Prancis keenam yang merengkuh gelar ini setelah Raymond Kopa, Michel Platini, Jean Pierre-Papin, Zinedine Zidane, dan Karim Benzema.
Musim ini memang menjadi musim yang eksepsional bagi Dembele, pasalnya ia mencatatkan 37 gol dan enam belas assists di semua kompetisi musim lalu sekaligus mengantarkan PSG menggamit treble winner.
Baca Juga: Chelsea Didakwa 74 Pelanggaran Terkait Aturan Agen Pemain oleh FA, Era Abramovich Jadi Sorotan
Dembele tentunya tidak mendapatkan gelar ini dalam satu malam. Eks pemain Barca ini sering dicap sebagai talenta berbakat, di satu sisi kerap dilekatkan label sebagai pemain kaki kaca yang menghabiskan lebih banyak waktunya di meja perawatan dibanding di lapangan.
Dembele mengawali karier profesionalnya bersama Rennes dimana laga debutnya terjadi saat ia berusia delapan belas tahun, yakni pada pekan 13 Ligue 1 musim 2015/2016 dalam kemenangan atas Angers dengan skor 2-0. Ia bermain empat menit pada laga tersebut.
Dalam musim debut profesionalnya, pemain kelahiran Vernon tersebut seketika mencuri perhatian dengan torehan dua belas gol dan lima assist dari 26 pertandingan.
Performa apiknya pada musim tersebut membuatnya digaet oleh Borussia Dortmund hanya tujuh bulan setelah ia menjalani debut profesional bersama Rennes.
Memperkuat klub asal Jerman tersebut, bakatnya semakin terendus klub-klub top Eropa setelah pada musim tersebut ia berhasil menceploskan sepuluh gol dan dua puluh assist di semua kompetisi. Barcelona menjadi salah satu klub yang paling aktif untuk menggoda Dembele.
Setelah rangkaian saga dan drama, Dembele akhirnya hengkang menuju Barcelona dengan mahar 125 juta euro yang menempatkannya sebagai pemain termahal kedua di dunia saat itu setelah transfer Neymar menuju PSG.
Bersama Barcelona inilah, kariernya berjalan bak roller coaster. Ia mengawali debutnya bersama Barcelona dengan sebuah assist untuk gol Luis Suarez dalam kemenangan telak 5-0 atas Espanyol.
Namun, baru tiga pertandingan bersama Blaugrana, Dembele sudah dihantam cedera yang memaksanya menepi selama empat bulan. Cedera ini menjadi awal dari rangkaian cedera yang akan menerpa Dembele dalam kariernya bersama klub asal Catalan tersebut.
Pada musim 2018/2019, Dembele tampil sedikit lebih baik dimana ia mencetak tiga belas gol dan delapan assist dalam 41 pertandingan, namun dirinya tetap menuai kritik imbas dari performanya yang buruk di laga-laga penting seperti dalam semifinal UCL melawan Liverpool.
Musim berikutnya menjadi antiklimaks bagi Dembele pasalnya nyaris sepanjang musim ini menghabiskan waktunya di ruang perawatan, ia hanya tampil dalam sembilan pertandingan dengan mencetak satu gol.
Musim 2020/2021 bersama Ronald Koeman dapat dikatakan menjadi titik balik dari karier pemain asal Prancis tersebut, cedera mulai menjauhinya dan performanya pun kian membaik. Musim itu ia mencatatkan sebelas gol dan lima assist dalam 44 pertandingan.
Pada musim 2021/2022, dirinya mencetak dua gol dan tiga belas assist dari 32 pertandingan untuk Blaugrana, namun hubungannya dengan klub dan suporter justru memasuki titik panas setelah ia menolak tawaran perpanjangan kontrak yang diajukan manajemen.
Meskipun begitu, pada awal musim 2022/23, Dembele akhirnya memperpanjang masa komitmennya bersama Barca hingga 2024.
Dalam musim yang menjadi musim terakhirnya bersama Blaugrana tersebut, Dembele menggelontorkan delapan gol dan sembilan assist sekaligus mengantarkan Barca merengkuh gelar La Liga perdananya dalam empat musim terakhir.
Pada 2023, Dembele kemudian memutuskan untuk mengecap tantangan baru bersama Paris Saint-Germain. Ia didatangkan dengan biaya lima puluh juta euro dan diproyeksikan menjadi bagian penting dari proyek yang dibangun tim tersebut bersama Luis Enrique.
Di musim pertamanya, Dembele hanya mencatatkan enam gol dan dua belas assist, namun jumlah gol dan assistnya bertambah berkali-kali lipat pada musim berkutnya seiring dengan perubahan peran yang diberikan Enrique.
Pada musim lalu, Dembele sering ditempatkan sebagai pemain nomor sembilan, namun ia juga tetap diberikan kebebasan untuk mengekspos ruang-ruang kosong di tengah maupun sisi sayap, walhasil statistik menunjukkan bahwa peran barunya tersebut mujur dalam mendongkrak raihan gol dan assistnnya.
Selain kategori pesepakbola pria terbaik, France Football juga menganugerahkan gelar pesepakbola wanita terbaik kepada Aitana Bonmati, Kopa Trophy untuk Lamine Yamal, Yashin Trophy untuk Gianluigi Donnarumma, Gerd Muller Trophy untuk Viktor Gyokeres, dan pelatih terbaik untuk Luis Enrique.***
Editor : Eka Rahmawati