RADAR BOGOR - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi menerima sanksi berat dari Komite Disiplin FIFA.
Sanksi ini dijatuhkan terkait kasus penggunaan dokumen palsu dalam proses pendaftaran pemain naturalisasi Malaysia. Skandal ini menjadi aib besar di kancah sepak bola Asia Tenggara.
Dikutip dari YouTube Starting Eleven Story, penyelidikan panjang dilakukan oleh FIFA setelah adanya kecurigaan serius dari berbagai pihak Malaysia, khususnya media Vietnam.
Mereka mencurigai proses naturalisasi beberapa pemain dinilai terlalu cepat dan tidak wajar. Dugaan adanya kecurangan semakin menguat.
Awalnya, FAM berdalih bahwa semua dokumen yang diajukan kepada FIFA murni dan sudah sesuai prosedur yang berlaku.
Namun, hasil penyelidikan mendalam FIFA memastikan adanya pelanggaran. Dokumen penting terbukti telah dimanipulasi secara sengaja.
FIFA kemudian menjatuhkan denda finansial kepada FAM sebagai hukuman atas pelanggaran tersebut.
Jumlah denda yang harus dibayarkan oleh FAM dilaporkan mencapai angka fantastis, yaitu Rp7,3 miliar. Ini menjadi kerugian besar bagi federasi.
Tidak hanya FAM yang dihukum, tujuh pemain naturalisasi juga terkena imbas sanksi. Mereka terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA. Pemain dianggap ikut serta dalam proses kecurangan dan pemalsuan dokumen penting.
Ketujuh pemain tersebut dijatuhi larangan berpartisipasi dalam semua aktivitas sepak bola. Hukuman ini berlaku selama 12 bulan penuh sejak 26 September 2025. Karier mereka di lapangan hijau harus terhenti sementara waktu.
Selain larangan bermain, para pemain yang terlibat juga diwajibkan membayar denda pribadi.
Denda yang ditetapkan oleh FIFA untuk setiap pemain adalah sebesar 2.000 franc Swiss. Ini merupakan efek jera yang tegas.
Sanksi ini langsung berdampak signifikan pada klub raksasa Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT).
Tiga pemain pilar utama mereka termasuk dalam daftar tujuh pemain yang dihukum larangan bermain. Misi JDT di kompetisi Asia terancam gagal.
Klub Eropa, Deportivo Alaves di Spanyol, juga merasakan dampak sanksi tersebut. Mereka tidak bisa lagi memainkan Facundo Garceses di sisa musim. Alaves kini sedang melakukan penyelidikan internal terkait kasus naturalisasi ilegal ini.
Malaysia juga berpeluang menerima sanksi tambahan dari AFC. Mereka terancam didepak dari kualifikasi Piala Asia mendatang, mengikuti kasus serupa yang pernah menimpa Timor Leste sebelumnya.
Menanggapi keputusan ini, FAM menyatakan akan mengambil langkah hukum lanjutan. Mereka membantah melakukan kekeliruan dan berencana mengajukan banding resmi ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). FAM akan berkoordinasi dengan pemerintah.
Skandal ini mencoreng wajah sepak bola Malaysia di mata dunia internasional dan kawasan Asia.
Sanksi ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya sportivitas dan kepatuhan terhadap regulasi yang telah ditetapkan oleh FIFA. (Arif/BSI)
Editor : Yosep Awaludin