RADAR BOGOR - Neymar Junior, bintang sepak bola asal Brasil, kini menghadapi fase suram dalam karier profesionalnya.
Keputusan pindah ke Al-Hilal dan kembali ke Santos, diyakini sebagai penanda runtuhnya ambisi besar di Eropa. Neymar kini jarang bermain.
Dikutip dari YouTube Starting Eleven Story, masa kecil Neymar sangat sulit, lahir di daerah miskin Mogi das Cruzes, São Paulo. Keluarganya hidup serba kekurangan, bahkan berbagi satu kamar tidur.
Bakatnya mulai terasah melalui futsal sebelum akhirnya bergabung dengan akademi Santos FC pada tahun 2003. Ayahnya berperan besar, termasuk menolak tawaran uji coba dari raksasa Real Madrid.
Debutnya di tim utama Santos terjadi pada usia 17 tahun dan dengan cepat ia menjadi bintang.
Neymar sukses memimpin Santos meraih gelar Copa Libertadores, membuktikan dirinya sebagai talenta luar biasa.
Pintu Eropa terbuka lebar saat Barcelona memboyongnya pada Juni 2013. Di Camp Nou, ia bergabung dengan Lionel Messi dan Luis Suarez yang bergabung pada tahun 2014, membentuk trisula penyerang legendaris "MSN."
Trio MSN menciptakan kengerian bagi lawan-lawannya, mencetak ratusan gol. Musim puncaknya terjadi pada 2014-2015 saat Barcelona sukses mengklaim treble winner bersejarah. Neymar adalah aktor utama.
Berkat performa magisnya, Neymar didapuk menjadi salah satu kandidat peraih Ballon d'Or 2015. Ia berada di peringkat ketiga, membuktikan dirinya sejajar dengan dua megabintang dunia.
Pada 2017, ia membuat langkah kontroversial, pindah ke Paris Saint-Germain dengan mahar €222 juta. Langkah itu didorong ambisi keluar dari bayang-bayang kebesaran Lionel Messi.
Namun, di PSG ia justru lebih banyak terlibat konflik, seperti perseteruannya dengan Edinson Cavani. Performa di lapangan mulai terganggu oleh serangkaian cedera serius yang kambuhan.
Cedera metatarsal berulang kali merenggut waktunya bermain, membuatnya absen di momen penting Liga Champions. Ia juga menerima sanksi karena mengkritik wasit, menambah masalah indisipliner.
Citra dirinya semakin tercoreng karena gaya hidupnya yang gemar berpesta. Fokus pada pemulihan cedera seolah terabaikan, bahkan diwarnai isu perselingkuhan yang merusak hubungannya.
Akhirnya, pada usia 31 tahun, Neymar menerima tawaran menggiurkan dari Al-Hilal di Arab Saudi.
Keputusan ini dinilai sebagai pengorbanan karier untuk imbalan finansial yang fantastis dan mewah.
Pada saat di Al-Hilal, ia kembali berkutat dengan cedera parah, terancam tidak terdaftar di skuad Al-Hilal.
Dan musim selanjutnya, Neymar JR pindah ke club pertamanya di Brasil yaitu Santos FC dan bermain layaknya saat ia dengan karir gemilangnya saat masih membela club yang sama.
Neymar telah meraih segalanya baik karir, kekayaan, dan juga popularitas. Namun potensi terbaiknya telah dihancurkan oleh keputusannya sendiri. (Arif/BSI)
Editor : Yosep Awaludin