Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wonderkid Persikad Depok Alami Insiden di Lapangan Hingga Kolaps, Manajemen Tuntut PSSI Bersikap Tegas

Yosep Awaludin • Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:40 WIB
Pemain Persikad Depok Bil
Pemain Persikad Depok Bil

RADAR BOGOR - Satu kejadian yang serius mewarnai laga pekan keempat Championship 2025-2026 antara Persikad Depok melawan PSPS Pekanbaru.

Pertandingan yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, pada Sabtu 4 Oktober 2025 itu harus dihentikan sejenak setelah salah satu pemain muda Persikad Depok, Bil'Asqan Hi Tenang, alami kolaps di lapangan.

Pemain Persikad Depok yang akrab disapa Bili tersebut mengalami kolaps setelah berduel udara dengan bek asing PSPS Pekanbaru yaitu Jeferson Sousa.

Bili yang terkena sikut saat berduel di udara dengan Jeferson, seketika terjatuh dan alami kejang hingga tak sadarkan diri, memicu kepanikan semua orang yang ada di lapangan.

Tim medis dari kedua klub langsung memberikan pertolongan pertama dengan sigap di tengah lapangan.

Melihat kondisi Bili yang membutuhkan pertolongan yang serius, pihak medis segera membawa Bili ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan yang intensif oleh dokter, tim medis Persikad Depok lewat akun sosial media Persikad mengumumkan bahwa Bili didiagnosis mengalami gegar otak.

Kondisi tersebut mengharuskan sang pemain menjalani perawatan intensif di rumah sakit guna memantau perkembangan kesehatannya secara ketat.

Saat ini, kabar baik datang dari kondisi Bili. Lewat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Persikad melalui postingan Instagramnya, saat ini kesadaran Bili telah pulih kembali, dan kondisinya saat ini dinyatakan stabil oleh dokter.

Meskipun begitu, insiden ini kembali menyoroti isu keselamatan pemain dalam kompetisi sepak bola di Indonesia.

Menanggapi insiden serius yang dialami oleh wonderkid mereka, manajemen Persikad Depok melalui pemilik klub, Abdullah Alatas, mengeluarkan pernyataan resmi lewat sosial media Persikad.

Abdullah Alatas, menyatakan bahwa sepak bola adalah olahraga dengan intensitas tinggi yang membawa risiko cedera fisik sangat besar bagi para pemain.

“Risiko cedera tersebut, tidak hanya berdampak pada prestasi atau karir pemain dalam jangka pendek. risiko jangka panjang juga dapat memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan kesejahteraan pemain secara keseluruhan,” ujarnya.

“Insiden yang menimpa Bili adalah peristiwa yang sangat serius, bahkan mengancam nyawanya. Bili bukan hanya pemain yang sangat bertalenta, namun juga pribadi yang sangat berkomitmen dan dicintai seluruh rekan-rekannya di Persikad,” katanya.

Manajemen dan pemilik klub Persikad Depok menyatakan komitmen penuh untuk menanggung seluruh tanggung jawab, baik secara finansial maupun praktik, terkait dengan penanganan kondisi Bili. Mereka akan mendampingi seluruh proses penyembuhan Bili.

“Kesehatan dan pemulihan Bili sebagai manusia jauh lebih penting dari apapun, termasuk prestasi dan performa di lapangan," tuturnya.

"Melalui tim medis kami, kami akan selalu mendampingi seluruh proses rehabilitasi Bili untuk memastikan agar beliau mendapatkan perawatan terbaik dan dapat pulih sepenuhnya,” ujar Abdullah.

Selain memberikan penyataan bahwa Persikad akan menanggung seluruh biaya proses rehabilitasi Bili lewat postingan sosial medianya, manajemen Persikad juga mengajukan permohonan tegas kepada PSSI selaku induk sepak bola nasional dan I-League sebagai penyelenggara kompetisi.

Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan juga mereka mendesak PSSI untuk memberikan hukuman yang sepadan terhadap seluruh pemain yang berperilaku tidak sportif dalam pertandingan.

“Penegakan sanksi ini perlu terus dilakukan untuk memproteksi seluruh pemain di lapangan dan juga mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutur Abdullah.

Melalui Abdullah selaku pemilik klub, Persikad juga berkomitmen untuk berada di lini depan dalam upaya peningkatan standar keselamatan bagi para pemain di Indonesia.

Persikad Depok menyatakan komitmen untuk berada di garis depan dalam upaya peningkatan standar keselamatan pemain di Indonesia.

"Persikad siap bekerja sama dengan PSSI serta penyelenggara kompetisi untuk memastikan langkah-langkah nyata diterapkan di lapangan,” tutupnya. (Zaidan/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#kolaps #persikad depok #psps pekanbaru