Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Akhiri Empat Kekalahan Beruntun, Liverpool Malah Kehilangan Alexander Isak yang Mengalami Cedera

Yosep Awaludin • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 20:00 WIB
Pelatih Liverpool Arne S dan Alexander Isak
Pelatih Liverpool Arne S dan Alexander Isak

RADAR BOGOR - Pelatih Liverpool, Arne S, akhirnya bisa bernapas lega setelah timnya kembali ke jalur kemenangan dengan hasil telak.

Namun ada kabar buruk, karena striker andalan Liverpool, Alexander Isak, justru mengalami cedera di laga yang sama.

Liverpool menang telak 5-1 atas Eintracht Frankfurt di Jerman, Kamis, 23 Oktober 2025. Dua gol dari situasi bola mati lewat Virgil van Dijk dan Ibrahima Konaté jadi pembeda.

Kemenangan ini juga menuntaskan empat kekalahan beruntun The Reds julukan Liverpool di semua ajang.

Meski puas dengan performa Liverpool, Arne S mengaku cemas setelah Isak ditarik keluar lebih cepat karena cedera pangkal paha. Pemain asal Swedia itu hanya bermain selama 45 menit di pertandingan itu.

Arne S menduga jadwal padat jadi penyebab utama cedera tersebut. Isak baru tampil dua kali dalam empat hari terakhir, dan kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.

“Kami mencoba mencari keseimbangan agar dia bisa bermain lebih sering, tapi kali ini hasilnya tidak sesuai harapan,” kata Arne S, dikutip dari Guardian.

Menurut dia, Isak sempat mengalami masalah yang sama saat bersama tim nasional Swedia beberapa waktu lalu.

Karena itu, Liverpool mencoba menyiapkan program latihan bertahap agar sang striker bisa kembali bugar sepenuhnya.

“Semoga kali ini tidak parah,” lanjut pelatih asal Belanda itu. “Kami sudah menaikkan intensitasnya perlahan, dan dia terlihat siap bermain dua kali seminggu. Tapi di percobaan pertama ini, masalah lama muncul lagi,” tuturnya.

Arne S membantah bahwa ia terlalu memaksakan kondisi Isak. Ia menjelaskan, staf medis dan tim pelatih sudah berhati-hati sebelum memberi izin sang pemain tampil. “Kalau dia memang berisiko, kami pasti tidak akan memainkannya,” tegasnya.

Pelatih berusia 47 tahun itu juga menyoroti padatnya jadwal Liverpool musim ini. “Biasanya, pemain disiapkan untuk satu laga per minggu. Tapi di Liverpool, kami bisa main tiga kali dalam delapan hari. Kadang malah tiga kali dalam tujuh hari,” ujarnya.

Ia menilai, tanpa pramusim yang ideal, adaptasi fisik Isak jadi lebih sulit. “Kami mencoba menyesuaikan kondisinya, tapi margin kesalahan di level tertinggi itu sangat tipis. Saya harap dia tidak absen lama, karena kalau sampai beberapa minggu, dia akan tertinggal lagi,” jelasnya.

Selain Isak, Liverpool juga kembali kehilangan Jeremie Frimpong yang mengalami cedera hamstring untuk kedua kalinya musim ini.

Di sisi lain, Arne S menilai performa timnya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan laga-laga sebelumnya yang berakhir kekalahan. Bedanya, kali ini mereka mampu memanfaatkan peluang dan mencetak gol lebih cepat.

“Kami sempat kebobolan lebih dulu, tapi setelah unggul 3-1 permainan jadi jauh lebih mudah dikontrol,” katanya.

“Dua gol dari situasi bola mati juga sangat membantu kami mengubah jalannya pertandingan,” tambahnya.

Ia menutup konferensi persnya dengan nada optimis. “Kemenangan ini penting untuk kepercayaan diri tim. Tapi kami juga harus memastikan pemain seperti Isak bisa kembali bugar, karena perjalanan musim masih panjang,” ujarnya. (Raul/BSI)

Suasana pemotongan pita dan tumpeng sebagai tanda SUNRA resmi hadir di Samarinda.
Suasana pemotongan pita dan tumpeng sebagai tanda SUNRA resmi hadir di Samarinda.
Editor : Yosep Awaludin
#liverpool #alexander isak #eintracht frankfurt