RADAR BOGOR - Pertarungan antara sahabat lama yang selalu dinantikan di Arab Saudi, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo, kembali tersaji di panggung Piala Raja Saudi.
Namun malam itu, Karim Benzema tampil lebih tajam, membuat Al-Ittihad berhasil menyingkirkan Al-Nassr dengan skor 2-1 dan memupus harapan Ronaldo untuk menambah koleksi trofi di Arab Saudi.
Dikutip dari beIN Sports, pertandingan yang berlangsung di King Saud University Stadium ini berlangsung panas sejak menit awal.
Dua tim dengan gaya bermain menyerang saling jual beli peluang, menciptakan tensi yang sangat tinggi di pertandingan ini.
Karim Benzema menunjukkan kembali kualitas dirinya pada laga tersebut. Setelah penampilan di awal musim yang kurang maksimal, striker berusia 37 tahun itu kembali menunjukkan insting tajamnya di depan gawang.
Ia membuka skor bagi Al-Ittihad di pertengahan babak pertama, menuntaskan umpan matang dari Fabinho dengan penyelesaian klinis yang membuat kiper Predrag Rajkovic tak berkutik.
Gol tersebut menjadi pembangkit semangat bagi Al-Ittihad yang belakangan ini kesulitan menemukan bentuk permainan terbaik mereka.
Sérgio Conceição terlihat puas di pinggir lapangan, sementara Benzema disambut dengan pelukan hangat yang diberikan oleh rekan timnya, tanda bahwa sang juara bertahan mulai menemukan ritme kemenangan kembali.
Meski tertinggal lebih dulu, Al-Nassr bukanlah tim yang mudah menyerah. Mereka langsung merespons lewat gol dari penyerang muda asal Brasil, Angelo Gabriel, di menit ke-30 yang membuat skor sementara menjadi 1-1. Stadion pun kembali bergemuruh, menyalakan asa bagi Ronaldo dan kawan-kawan.
Sayangnya, kegembiraan itu tak bertahan lama. Houssem Aouar, dengan aksi briliannya mencetak gol di tambahan waktu babak pertama.
Gol tersebut membuat Al-Ittihad kembali unggul 2-1 sekaligus membungkam ribuan pendukung tuan rumah.
Babak kedua berjalan dengan tensi semakin tinggi. Al-Ittihad harus bermain dengan sepuluh orang setelah Al Julaydan mendapat kartu merah karena pelanggaran keras di menit awal babak kedua.
Namun meski kekurangan pemain, pertahanan tim tamu tampil disiplin dan solid. Barisan belakang mereka berhasil meredam setiap upaya dari Ronaldo dan kawan-kawan yang terus menekan tanpa henti.
Al-Nassr tampil dominan dengan total 22 percobaan tembakan, lima di antaranya tepat sasaran. Tapi malam itu, keberuntungan seolah tidak berpihak pada mereka.
Bola berkali-kali membentur tiang, melenceng tipis, atau berhasil ditepis oleh kiper Marcelo Grohe yang tampil gemilang sepanjang laga.
Cristiano Ronaldo sendiri tak henti-hentinya mencoba mencetak gol ke-951 dalam kariernya. Ia terlihat frustrasi di menit-menit akhir pertandingan.
Upayanya melalui tendangan bebas dan sundulan tajam masih belum mampu menembus rapatnya benteng pertahanan Al-Ittihad.
Kekalahan ini terasa pahit bagi Al-Nassr yang sedang berada di puncak performa di Liga Pro Saudi.
Mereka datang dengan modal enam kemenangan beruntun di liga, namun tak mampu mempertahankan momentum tersebut di Piala Raja Saudi.
Jorge Jesus hanya bisa menggeleng pelan melihat timnya tersingkir lebih cepat dari yang diharapkan.
Sementara di kubu lawan, kebahagiaan tercipta. Karim Benzema menjadi salah satu faktor utama dalam kemenangan ini.
Ia tidak hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga menjadi inspirator dalam serangan-serangan berbahaya yang membuat Al-Nassr kelimpungan.
Bagi Sergio Conceicao, kemenangan ini menjadi titik balik penting untuk tim asuhannya. Setelah penampilan di awal musim yang kurang maksimal, Al-Ittihad kini punya alasan untuk kembali percaya diri.
Tim yang kini menempati peringkat ketujuh klasemen liga dengan sepuluh poin itu mulai memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan yang solid dan terarah. (Zaidan/BSI)
Editor : Yosep Awaludin