Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Menurunkan Skuad Utamanya, Liverpool Tersingkir dari Carabao Cup dengan Skor Telak 3-0

Yosep Awaludin • Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:20 WIB
Pelatih Arne S dan pemain Liverpool Calvin Ramsay dalam pertandingan putaran keempat Carabao Cup di Anfield.
Pelatih Arne S dan pemain Liverpool Calvin Ramsay dalam pertandingan putaran keempat Carabao Cup di Anfield.

RADAR BOGOR - Liverpool harus kembali menerima kenyataan pahit setelah tersingkir dari Carabao Cup dengan kekalahan telak 3-0 atas Crystal Palace di Anfield.

Crystal Palace tampil percaya diri dan berhasil memanfaatkan setiap celah dari tim muda Liverpool yang diturunkan Arne S. Keputusan pelatih asal Belanda itu untuk mengistirahatkan para pemain utamanya berbuah pahit.

Arne S membuat keputusan mengejutkan dalam laga ini. Ia melakukan rotasi besar-besaran dengan menurunkan hampir seluruh pemain muda Liverpool.

Keputusan tersebut didasari oleh situasi sulit yang tengah dihadapi klub dengan daftar cedera yang menumpuk dan jadwal pertandingan yang sangat padat dalam beberapa pekan ke depan.

Arne S tampak lebih memilih melindungi pemain seniornya agar tetap bugar untuk kompetisi yang lebih besar, termasuk Premier League dan Liga Europa.

Namun keputusan itu berbalik arah, karena kurangnya pengalaman bermain, pemain muda Liverpool tampil kurang solid dan kehilangan keseimbangan di setiap lini.

Satu-satunya pemain yang tetap dipertahankan dari laga sebelumnya melawan Brentford adalah Milos Kerkez. Ia bermain bersama Andy Robertson, yang kali ini dipasang sebagai bek tengah berduet dengan Joe Gomez.

Calvin Ramsay mendapat kesempatan langka untuk tampil di tim utama setelah tiga tahun absen, sementara Freddie Woodman melakukan debut di bawah mistar gawang.

Selain itu, Arne S juga memberikan kepercayaan kepada pemain muda berusia 18 tahun, Kieran Morrison, untuk bermain di sektor sayap.

Di sisi kiri, Rio Ngumoha menjadi sorotan sejak menit awal. Ia tampil berani dan sempat memukau penonton dengan kecepatan dan teknik individunya, memberi harapan bahwa Liverpool bisa memberikan perlawanan berarti.

Sayangnya, Crystal Palace berhasil membuka keunggulan di menit ke-41 melalui gol dari Sarr, yang berhasil memanfaatkan kesalahan kecil Joe Gomez di dalam kotak penalti.

Bola lepas itu menjadi santapan empuk bagi sang striker yang langsung menembakkannya ke sudut bawah gawang Woodman.

Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan. Liverpool terlihat kehilangan kepercayaan diri dan ritme permainan.

Tekanan dari Palace semakin intens, dan sebelum babak pertama berakhir, Sarr kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah melakukan penetrasi cepat dan melepas tembakan keras yang tak mampu dihalau Woodman.

Menjelang turun minum, Pino menambah penderitaan Liverpool dengan tendangan melengkung indah dari luar kotak penalti. Skor 3-0 menutup babak pertama dengan keunggulan mutlak untuk tim tamu.

Suasana di Anfield pun berubah sunyi, hanya terdengar sorakan para pendukung Palace yang merayakan keunggulan timnya.

Di babak kedua, Arne S mencoba menstabilkan permainan dengan memasukkan beberapa pemain dari bangku cadangan, namun perubahan itu tidak membawa dampak signifikan.

Crystal Palace yang sudah unggul tiga gol lebih memilih bermain efisien, menjaga penguasaan bola dan menekan Liverpool di lini tengah.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan. Hasil ini memastikan Crystal Palace melaju ke perempat final Carabao Cup.

Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi catatan buruk pertama mereka di Anfield dalam ajang piala domestik sejak tiga tahun terakhir.

Yang lebih menyakitkan, untuk pertama kalinya, Liverpool tidak akan tampil di Wembley saat final Carabao Cup berlangsung.

Harapan mereka untuk mengangkat trofi musim ini pun tampak semakin memudar, meninggalkan tekanan besar di pundak Arne S.

Namun, banyak pihak menilai tanggung jawab utama atas kekalahan ini bukan berada di tangan para pemain muda.

Kritik justru mengarah pada keputusan Arne S yang terlalu berani melakukan eksperimen besar di ajang penting seperti Carabao Cup.

Keputusan itu dianggap mencerminkan tekanan besar yang kini ia hadapi di awal masa kepemimpinannya di Anfield.

Bahkan, untuk pertandingan kedua berturut-turut, terdengar nyanyian sarkastik dari tribun penonton yang meneriakkan, “Kalian akan dipecat besok pagi!”

Kalimat yang menyakitkan bagi seorang manajer yang baru beberapa bulan memimpin tim sebesar Liverpool. (Zaidan/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#liverpool #carabao cup #crystal palace