RADAR BOGOR - Persib Bandung kembali menunjukkan mentalitas juaranya dengan meraih kemenangan fantastis atas tuan rumah Selangor FC dalam lanjutan kompetisi Asian Champions League 2 (ACL2).
Laga yang diwarnai drama dan ketegangan tinggi ini berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Persib, memastikan posisi mereka kokoh di puncak Grup G dan menjaga asa lolos ke fase gugur turnamen regional bergengsi tersebut.
Kemenangan ini terasa lebih istimewa bagi Persib, karena skuat asuhan Bojan Hodak sempat tertinggal dua gol tanpa balas di menit-menit awal pertandingan.
Situasi ini langsung menjadi perhatian serius bagi seluruh suporter dan pengamat sepak bola, mengingat target utama manajemen adalah meloloskan tim dari fase grup ACL2 yang dikenal sangat kompetitif dan menantang bagi wakil Indonesia.
Bermain di hadapan pendukung lawan, Persib terlihat lambat panas dan kurang fokus di awal laga, sebuah poin kritis yang disorot oleh para analis.
Hanya dalam kurun waktu kurang dari 20 menit, gawang yang dikawal oleh Teja Paku Alam harus kebobolan dua kali.
Sebagian besar disebabkan oleh kesalahan-kesalahan yang tidak perlu di area pertahanan sendiri dan pressing intens yang dilancarkan oleh pemain Selangor.
Analisis menunjukkan bahwa tim Selangor datang dengan taktik yang jelas, yaitu mengganggu irama permainan Persib dengan pressing dan permainan keras yang oleh pengamat disebut seradak-seruduk.
Strategi ini terbukti efektif di awal, membuat para pemain Persib kesulitan membangun serangan dan melakukan counter-pressing seperti yang mereka tampilkan di pertandingan sebelumnya.
Namun, di tengah keterpurukan tersebut, faktor mentalitas dan kebugaran menjadi kunci utama comeback yang luar biasa ini.
Pelatih Bojan Hodak selalu menekankan pentingnya kepercayaan diri yang tinggi pada para pemain.
Bahkan ketika menghadapi situasi tertinggal, sebuah filosofi yang terbukti manjur untuk membangkitkan semangat juang para penggawa Persib di babak kedua.
Titik balik pertandingan datang di babak kedua. Menurut Bung Binder, kunci kebangkitan tim yang tertinggal adalah 10 menit awal setelah jeda, dan Persib mampu memanfaatkannya dengan baik.
Gol pertama Maung Bandung dicetak oleh striker andalan, Andrew Jung, yang berhasil memanfaatkan peluang menjadi gol krusial, mengubah skor menjadi 2-1 dan langsung mengganggu psikologi tim lawan.
Keputusan pergantian pemain dari Bojan Hodak pun layak diacungi jempol dan disebut sebagai faktor penentu kemenangan dramatis ini.
Pelatih asal Kroasia tersebut melakukan serangkaian substitusi cerdas, memasukkan pemain yang fresh dan memiliki karakteristik game changer seperti Robi Darwis, Ramon, dan terutama Adam Alis, yang ternyata memiliki dampak instan di lapangan.
Masuknya pemain-pemain ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan di sisi sayap, menambah tekanan (pressing) di lini serang, dan mengganggu para pemain Selangor yang mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Strategi ini berhasil ketika Maklock, yang bermain cerdas di lini tengah, memenangkan duel pressing dan memberikan assist matang yang diselesaikan dengan tenang oleh Adam Alis untuk menyamakan kedudukan 2-2.
Puncak drama terjadi di masa injury time, yang diperpanjang hingga enam atau tujuh menit. Saat banyak pihak sudah memprediksi hasil imbang, para pemain Persib menunjukkan mentalitas pemenang sejati dengan terus menekan dan menyerang, mengambil risiko besar meskipun berpotensi terkena serangan balik dari lawan yang cepat.
Dan keajaiban pun terjadi. Gol penentu kemenangan 3-2 dicetak lagi-lagi oleh Adam Alis, yang memanfaatkan kesalahan fatal kiper dan bek Selangor di momen-momen akhir pertandingan.
Alis menunjukkan ketenangan luar biasa dengan berlari kencang dan memanfaatkan back pass yang tidak sempurna, menyarangkan bola dan memastikan tiga poin berharga untuk Persib Bandung.
Berkat kontribusi dua gol dan penampilan yang sangat tenang di bawah tekanan (under pressing), Adam Alis secara sah dinobatkan sebagai Man of the Match pada malam itu.
Pemain ini dinilai memiliki intelijen dan mentalitas pemenang sejati, terus berjuang dan berlari hingga peluit panjang dibunyikan, menjadikannya pahlawan utama remontada ini.
Secara keseluruhan, kemenangan ini tidak hanya bernilai tiga poin, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan manajemen Persib dalam membangun tim yang tangguh dan memberikan keleluasaan penuh kepada Bojan Hodak untuk menentukan strategi terbaik.
Hasil ini sangat penting untuk meningkatkan koefisien dan ranking kompetisi Indonesia di tingkat AFC.
Terakhir, meskipun kemenangan diraih, analisis menyarankan bahwa para pemain Persib harus segera belajar untuk langsung fokus 100% sejak menit pertama pertandingan.
Kesalahan dan kelambatan panas di awal laga harus dihindari di pertandingan-pertandingan berikutnya, terutama saat menghadapi tantangan yang semakin berat di fase krusial ACL2 dan kompetisi domestik Super League. (Arif/BSI)
Editor : Yosep Awaludin