RADAR BOGOR - Pierre-Emerick Aubameyang kembali mengejutkan publik sepak bola lewat pernyataannya. Striker berpengalaman itu membuka cerita pahit yang selama ini ia simpan rapat terkait masa kelamnya bersama Chelsea.
Dalam sebuah wawancara di podcast Troopz, Aubameyang berbicara bahwa keputusannya meninggalkan Barcelona untuk bergabung dengan Chelsea adalah sebuah kesalahan yang besar dalam kariernya.
Aubameyang bahkan menegaskan penilaian kerasnya itu dengan kalimat yang lugas. “Kepindahan ke sana adalah sebuah kesalahan besar. Sebuah kesalahan besar,” ujarnya dalam podcast tersebut.
Pemain berusia 36 tahun itu kemudian menjelaskan kembali kondisi yang mendorongnya menerima tawaran Chelsea kala itu. Ia sedang berada dalam masa sulit selama membela Barcelona.
Aubameyang mengungkapkan bahwa rumahnya di Barcelona sempat dibobol. Situasi keluarga membuatnya berada dalam tekanan berat. Di saat bersamaan, klub juga harus menjual pemain.
“Barcelona perlu melepas seseorang. Pilihannya saya atau Memphis Depay, dan satu-satunya tawaran yang masuk adalah dari Chelsea,” ungkapnya.
Ia mengaku membuat keputusan itu dengan mengutamakan keamanan keluarga. “Jadi saya berkata, ‘Baiklah, demi keluarga saya, saya akan pindah, bahkan jika itu Chelsea.”
Namun perjalanan kariernya di London jauh dari kata sempurna. Aubameyang hanya mencetak tiga gol dari 21 penampilan sepanjang musim 2022–23.
Para pendukung Chelsea pun sempat meragukan kedatangannya sejak awal. Karena sebelumya berseragam Arsenal membuat sebagian fans keberatan dengan kehadirannya di Stamford Bridge.
“Saya pikir itu bisa berhasil, seperti yang terjadi pada Olivier Giroud. Tetapi bagi saya itu benar-benar berbeda,” ujar Aubameyang, mengingat bagaimana ekspektasi itu tidak pernah terwujud.
Setelah melalui masa paling kelam dalam kariernya, Aubameyang memilih menutup lembaran di Chelsea dan berlabuh ke Olympique de Marseille. Di sana, performanya kembali bersinar.
Bersama Marseille, ia tampil produktif dengan mencetak 35 gol dalam 65 pertandingan. Ia kembali menjadi poros serangan yang konsisten dan berbahaya.
Bahkan saat menjalani petualangan singkat di Arab Saudi bersama Al Qadsiah pada 2024, ketajamannya tetap terjaga. Ia menorehkan 21 gol dari 36 laga sebelum kembali ke Marseille musim ini.
Sejak kembali ke Ligue 1, Aubameyang telah mengoleksi empat gol dan terus menunjukkan peran vital dalam tim. Performa ini seolah menghapus bayang-bayang kegagalan di Chelsea.
Sepanjang kariernya, Aubameyang telah mencetak 360 gol. Sebanyak 141 di antaranya lahir bersama Borussia Dortmund, fase yang masih dianggap salah satu periode terbaiknya.
Pada 2017, ia meninggalkan Dortmund untuk bergabung dengan Arsenal. Sejak saat itu, perjalanan kariernya penuh dinamika, termasuk bab kelam yang kini ia akui sebagai kesalahan terbesar. (Zaidan/BSI)
Editor : Yosep Awaludin