RADAR BOGOR — Kegagalan PSB Bogor melaju ke putaran final Liga 4 Nasional meninggalkan kekecewaan di hati para suporternya.
Mereka menilai hal itu karena pengelolaan klub tidak maksimal, sehingga membuat berulang kali “Laskar Pakuan” gagal berulang kali lolos dari kompetisi regional Liga 4 Seri 1 Jawa Barat.
“Kegagalan PSB di liga 4 kali ini adalah buah dari pengelolaan klub yang kurang profesional, bagaimana tidak, lima tahun dipimpin manajemen saat ini, tidak sekalipun PSB Bogor bisa lebih baik atau berbicara banyak soal eksistensi dan prestasi,” ujar Ulrtas PSB Bogor, Edwin Kurniawan kepada Radar Bogor, Selasa 25 November 2025.
Jangankan soal prestasi, sambungnya, eksistensi PSB Bogor dalam kompetisi masih dipertanyakan.
“Banyak orang Bogor yang tanya kepada saya, PSB Bogor sebenarnya masih ada atau tidak,” ungkapnya.
Edwin menegaskan kekecewaan suporter terjadi karena sudah beberapa kali roadmap dipersentasikan pada awal tahun, termasuk visi misi saat perkenalan orang baru yang duduk dalam manajemen tim. Namun pada kenyataannya tak pernah ada yang berjalan.
“Maka kami nyatakan itu adalah karena ketidakprofesionalan dan tidak kompeten orang-orang yang saat ini ada di manajemen. Mereka selalu berbicara soal solusi, tapi seolah mereka sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya menjadi permasalahannya,” keluhnya.
“Persiapan yang mepet, keperluan tim yang kadang tidak dipersiapkan. Bagi kami sudah cukup kepemimpinan mereka di PSB Bogor ini. Mereka harus sadar kalau diamanatkan untuk memimpin klub. Mereka bukan pemilik, bila mereka menginginkan solusi pada dasarnya banyak yang memiliki hal tersebut.”
Hal senada juga disampaikan Ultras PSB Bogor lainnya, Panji. Berkaitan dengan hasil di Liga 4 Seri 1 Piala Gubernur Jabar 2025 ini, permintaannya sudah jelas bahwa manajemen harus bertanggung jawab dan melakukan perombakan di semua lini yang ada.
“Bagi kami bila masih berjalan dengan orang-orang saat ini, PSB Bogor sudah pasti akan sama hasilnya. Bagi kami, cara yang mereka lakukan yang hanya mengganti atau mencari manajer tiap tahun bukan solusi. Ini sudah bukan lagi era perserikatan, konsep sepakbola sekarang yang mereka harus pahami,” urainya.
Ia mengaku sebagai suporter, wajib hukumnya untuk mendukung dan mencintai klub. Bahkan setelah dua kekalahan pada babak 12 besar di Kuningan.
“Hingga saat ini pun kami masih mencintai PSB bogor. Karena tidak ada alternatif lain untuk sepak bola, lalu untuk menyambut musim depan kami tetap menuntut ada perombakan.”
“Bila perlu dibubarkan saja manajemen saat ini untuk ke depannya. Mulai dibentuk ulang dan diisi dengan orang-orang yang paham dan mengerti dengan bagaimana mengelola sepak bola, bukan orang orang yang hanya menghamba pada APBD dan memperkerjakan manajer baru saat liga akan bergulir,” tukasnya. (rur)
Editor : Alpin.