RADAR BOGOR — Timnas Indonesia U-22 menderita kekalahan memalukan dari Filipina U-22 di Grup C SEA Games 2025 dengan skor tipis 1-0.
Otu Banatao mencetak satu-satunya gol kemenangan Filipina U-22 di masa tambahan waktu babak pertama. Dihasilkan dari skema lemparan bola ke dalam yang menaklukan Kiper Timnas Indonesia U-22 Cahya Supriyadi.
Filipina U-22 tampil lebih percaya diri daripada Timnas Indonesia U-22, menurut pengamat sepak bola Indonesia Ronny Pangemanan, atau Bung Ropan.
Bung Ropan, menilai Filipina U-22 bermain dengan kepercayaan diri dan disiplin saat menjaga daerah pertahanan. Dia juga menilai anak asuh Indra Sjafri bermain tidak tenang dan melakukan banyak kesalahan.
"Penguasaan bola boleh, tapi kan dalam sepak bola bermain itu harus bisa menciptakan gol, memenangkan laga, dan Filipina melakukan itu dengan sangat baik," kata Bung Ropan dikutip dari kanal YouTube miliknya Selasa, 9 Desember 2025.
Pada awalnya, Bung Ropan berpendapat bahwa Filipina U-22 hanya berharap untuk hasil imbang melawan Timnas Indonesia U-22.
Meskipun demikian, Filipina U-22 bermain dengan baik dan berhasil menutup pergerakan Ivar Jenner, sehingga menguntungkan bagi mereka.
Menurut Bung Ropan, Garrath McPherson, Pelatih tim U-22 Filipina, telah mempelajari kekuatan Indonesia, yang sebagian besar bergantung pada Ivar Jenner.
Dengan demikian, Filipina menutup area tengah dan menurunkan pertahanan dengan cukup dalam setiap kali mereka kehilangan bola.
Filipina sering bermain dengan formasi lima pemain belakang dengan empat gelandang yang bergerak cepat saat bertahan. Gelandang meraka bahkan turun beberapa kali membatasi ruang gerak Ivar Jenner.
"Pergerakan Ivar Jenner benar-benar dibuat tidak berkutik. Mereka mengantisipasi semua transisi kita," kata Bung Ropan.
Sepanjang babak pertama, Indonesia hampir tidak mampu membongkar pertahanan Filipina yang dipimpin oleh Sandro Reyes.
Empat bek U-22 Filipina, Sandro Reyes, Noah Leddel, Dylan Demunyck, dan Gavin MUens, bermain dengan disiplin di setiap posisi.
Satu-satunya peluang emas yang dimiliki Indonesia adalah tendangan jarak jauh Muhammad Ferrari, tetapi masih ditepis oleh kiper Filipina Nicholas Guimaraes. Tambahan pula, tidak ada serangan yang benar-benar mengancam.
Filipina tampak sangat terorganisir, dan meskipun mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos, mereka justru berhasil menang dan menyapu bersih dua pertandingan grup dengan clean sheet.
Filipina mengalahkan Myanmar 2-0 dan Indonesia 1-0, membuat mereka mencetak tiga gol tanpa kebobolan dan langsung menjadi juara grup.
Indonesia dalam posisi yang sangat sulit setelah kekalahan dari Filipina. Indonesia harus menang atas Myanmar pada laga terakhir untuk menjaga asa lolos.
Meskipun demikian, kemenangan saja tidak cukup. Nasib Indonesia masih bergantung pada hasil pertandingan lain.
Berapa pun kemenangan Timnas Indonesia U-22 atas Myanmar, peluang Garuda dipastikan tertutup jika pertandingan Malaysia menghadapi Vietnam di Grup B berakhir imbang.
Sementara itu, setelah mengalahkan Singapura dengan skor 3-1, Timor Leste masih memiliki peluang lolos sebagai runner-up terbaik.
Mereka akan menghadapi tuan rumah Thailand, yang sudah memastikan tiket ke semifinal, dan mereka mungkin melakukan rotasi. (***)
Editor : Yosep Awaludin