RADAR BOGOR - Timnas Futsal Putra Indonesia berhasil meraih medali emas untuk pertama kalinya di ajang SEA Games, usai mengakhiri dominasi Thailand pads edisi 2025 dalam final di Stadion Nonthaburi, Jumat, 19 Desember 2025 malam WIB.
Indonesia mampu unggul 2-0 di babak pertama lewat gol Firman Adriansyah (penalti) dan Syauqi Lubis.
Indonesia menambah empat gol lagi pada babak kedua oleh Samuel Eko, Dewa Rizki Amanda, dan brace Ardiansyah Nur. Thailand mencetak gol hiburan dari kaki Krit Aransanyalak, alhasil Garuda menutup duel dengan kemenangan 6-1.
Kemenangan ini memastikan Indonesia keluar sebagai juara cabor futsal putra SEA Games 2025. Pasukan Hector Souto memuncaki klasemen dengan 9 poin dari 4 pertandingan.
Ini menjadi medali emas pertama Indonesia di cabor futsal SEA Games, sebelumnya pencapaian terbaik RI yakni medali perak pada edisi 2021.
Keberhasilan Indonesia kali ini sekaligus mengakhiri dominasi Thailand di cabor futsal SEA Games. Negeri Gajah Perang selalu juara dalam 5 edisi beruntun.
Ada peran pemain Kota Bogor di balik medali emas bersejarah timnas futsal putra Indonesia, yakni sang pencetak gol pertama Firman, Reza Gunawan dan kapten Muhammad Iqbal Iskandar.
Hal ini membuat Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFK) Bogor, Ibrahim Fajri, bangga atas kontribusi yang diberikan Iqbal cs bagi bangsa Indonesia.
“Kami bangga karena merupakan keberhasilan pembinaan futsal Kota Bogor, ada event berjenjang mulai dari turnamen tingkat kota hingga nasional banyak sekolah memiliki ekstrakurikuler futsal mulai SD hingga SMA,” ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu, 20 Desember 2025.
Pencapaian ini, sambungnya, membuat cabang olahraga (cabor) futsal, khususnya di Kota Bogor, makin digemari oleh masyarakat. Apalagi AFK ‘Kota Hujan’ makin fokus menata olahraga asal Uruguay itu.
“Kami mulai lakukan pembinaan secara masif, dalam arti kompetisi dilakukan dari mulai kategori pelajar hingga klub. Kami selalu menerjunkan talent scout di setiap turnamen dengan tujuan mencari pemain-pemain bagus,“ tukasnya.(rur)
Editor : Eka Rahmawati