RADAR BOGOR – Turnamen Futsal Walikota Cup XXVI 2025 resmi berakhir setelah seluruh rangkaian pertandingan final digelar di SMAIT Bina Bangsa Sejahtera (BBS), Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu 24 Desember 2025.
Ajang yang telah memasuki penyelenggaraan ke-26 ini kembali menegaskan peran SMA BBS sebagai sekolah penggagas turnamen pelajar berskala besar di Jabodetabek.
Babak final untuk semua jenjang—SD, SMP, hingga SMA—menjadi penutup turnamen yang telah berlangsung sejak 9 Desember 2025. Khusus kategori SMA, partai puncak berlangsung sengit.
SMK Pandu 2 harus melalui adu penalti untuk memastikan gelar juara setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal melawan tim tuan rumah, SMA BBS.
Dalam drama adu penalti, SMK Pandu 2 akhirnya keluar sebagai juara pertama dengan skor 4-3.
SMA BBS harus puas di posisi kedua, sementara peringkat ketiga diraih oleh tim kedua BBS.
Ketua Panitia Pelaksana Walikota Cup XXVI, Sentot Madiyono, mengatakan turnamen tahun ini diikuti ratusan tim dari berbagai daerah.
Total peserta terdiri atas 73 tim tingkat SD, 90 tim SMP, dan 32 tim SMA. Peserta berasal dari wilayah Bogor Raya serta Jabodetabek.
“Turnamen besar ini kita mulai dari tanggal 9 Desember dan diakhiri hari ini, 24 Desember. Alhamdulillah, seluruh rangkaian pertandingan, termasuk babak final, berjalan lancar,” ujar Sentot.
Menurutnya, Walikota Cup merupakan agenda rutin tahunan yang konsisten digelar oleh SMA BBS.
Tahun 2025 menjadi penyelenggaraan ke-26, menandai keberlanjutan turnamen yang telah menjadi salah satu kompetisi futsal pelajar paling ditunggu di Kota Bogor.
“Sistem pertandingan menggunakan fase grup. Dari penyisihan grup, juara grup melaju ke babak selanjutnya dengan sistem gugur atau knockout,” jelasnya.
Sentot menegaskan, tujuan utama turnamen ini bukan semata-mata kompetisi, melainkan membangun silaturahmi antar sekolah.
Dia menyebut ajang ini efektif untuk mempererat hubungan pelajar sekaligus mencegah terjadinya tawuran.
“Sekolah-sekolah jadi saling kenal. Anak-anak bertanding dengan sportif. Walaupun di lapangan panas karena kompetisi, di luar tetap adem,” katanya.
Lebih jauh, Sentot mengakui Walikota Cup juga menjadi bagian dari strategi promosi sekolah.
Sebagai penyelenggara, SMA BBS memanfaatkan turnamen ini untuk memperkenalkan lingkungan dan budaya sekolah kepada pelajar dari berbagai jenjang, khususnya SMP.
“Bagi kami SMA BBS, ini juga ajang promosi sekolah. Karena kami SMA, kuota peserta SMP kami perbanyak sebagai target promosi. Harapannya, siswa-siswa berprestasi bisa kami rekrut baik jalur reguler maupun jalur prestasi,” ujarnya.
Antusiasme peserta, lanjut Sentot, terlihat sejak tahap pendaftaran. Kuota tim bahkan sudah terpenuhi sejak Oktober, meski pendaftaran baru dibuka pada September.
“Mereka memang menunggu Piala Walikota Cup ini. Setiap tahun pasti datang,” katanya.
Sementara itu, Pelatih Kepala SMK Pandu 2, Furkon Misbahudin, bersyukur timnya berhasil meraih gelar juara setelah melalui perjalanan panjang dan pertandingan yang menegangkan di final.
“Alhamdulillah akhirnya bisa juara. Anak-anak bisa menjaga mental. Walaupun sempat ada masalah di awal pertandingan, mereka tetap fighting sampai akhir,” ujar Furkon.
Ia menilai kekuatan mental menjadi kunci keberhasilan timnya. Menurutnya, intensitas latihan yang rutin dan pembiasaan menghadapi tekanan pertandingan membuat para pemain mampu bertahan hingga partai puncak.
“Latihan rutin seminggu tiga kali. Setiap pertandingan kami anggap final supaya terbiasa dengan tekanan. Harapannya, tahun depan kami bisa mempertahankan gelar,” katanya.
Dengan berakhirnya Walikota Cup XXVI, SMA BBS kembali mempertegas posisinya bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai penggerak turnamen futsal pelajar yang konsisten menghadirkan kompetisi, pembinaan, dan promosi pendidikan dalam satu wadah. (uma)
Editor : Alpin.