RADAR BOGOR - Maroko dikenal sebagai salah satu negara paling fanatik terhadap sepak bola di Afrika.
Namun, fakta berbeda justru terlihat pada gelaran Piala Afrika 2025 yang digelar di negara tersebut.
Sejumlah pertandingan fase grup berlangsung dengan tribun stadion yang jauh dari kata penuh.
Minimnya minat penonton terlihat jelas pada laga-laga yang tidak melibatkan tim nasional Maroko.
Hingga matchday pertama fase grup berakhir, tingkat keterisian stadion pada pertandingan non-tuan rumah rata-rata hanya mencapai sekitar setengah kapasitas.
Kondisi kontras terjadi saat Maroko bertanding, di mana tiket selalu habis terjual.
Rekor jumlah penonton terendah tercatat pada pertandingan Afrika Selatan vs Angola yang berlangsung pada 23 Desember 2025.
Laga tersebut hanya disaksikan sekitar 4.000 penonton, meski berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Afrika Selatan.
Menanggapi situasi tersebut, panitia penyelenggara Piala Afrika 2025 mengambil langkah khusus.
Ya, panpel memutuskan untuk menggratiskan tiket masuk stadion bagi penonton pada menit-menit awal pertandingan.
Salah satu sumber panitia menyebutkan, pintu stadion akan dibuka gratis selama 20 menit pertama setelah laga dimulai, dengan tujuan meningkatkan jumlah penonton di tribun.
Kebijakan ini diambil karena memenuhi kapasitas stadion menjadi prioritas utama bagi Maroko.
Hal ini juga berkaitan dengan persiapan besar negara tersebut sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal.
Melalui kebijakan ini, Maroko berharap atmosfer pertandingan Piala Afrika 2025 bisa lebih hidup sekaligus menjadi ajang uji coba kesiapan infrastruktur dan penyelenggaraan menuju Piala Dunia mendatang. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti