Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cerita Atlet Taekwondo Asal Kota Bogor Rizal Raih Emas SEA Games Thailand, Sempat Dipulangkan karena Efisiensi Kini Dapat Bonus Rp500 Juta

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 9 Januari 2026 | 19:23 WIB
Muhammad Rizal, meraih medali emas SEA Games Thailand 2025.
Muhammad Rizal, meraih medali emas SEA Games Thailand 2025.

RADAR BOGOR — Perjalanan Muhammad Rizal menuju medali emas SEA Games ke-33 Thailand 2025 bukanlah kisah yang mudah.

Atlet taekwondo asal Kota Bogor itu sempat dipulangkan dari pemusatan latihan nasional akibat efisiensi anggaran.

Atlet asal Kota Bogor Muhammad Rizal berhasil meraih medali emas diraih pada nomor Poomsae Beregu Putra.

Dia tampil bersama Muhammad Alfi Kusuma (Kota Bandung) dan Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy (Solo) di bawah asuhan pelatih Maulana Haidir yang juga asal Kota Bogor.

Kemenangan gemilang ini tidaklah diraih dengan mudah. Sebab mereka hanya dalam waktu empat bulan persiapan.

Namun ternyata mereka mampu memberikan emas pertama bagi kontingen Merah Putih di ajang tersebut.

“Awal tahun, sekitar Februari, kami sempat dipulangkan karena efisiensi anggaran. Baru Agustus kami dipanggil kembali untuk memperkuat tim beregu putra,” katanya saat ditemui di tempat latihannya, Mall BTW, Kota Bogor, Jumat 9 Januari 2026.

Persiapan menuju SEA Games pun terbilang singkat. Dengan waktu efektif sekitar empat bulan, tim harus memaksimalkan latihan di tengah berbagai keterbatasan.

Meski demikian, Rizal mengaku tetap menjalani latihan mandiri selama masa tidak bergabung dengan pelatnas.

“Waktu itu satu atlet sedang pendidikan militer, satu lagi menyelesaikan urusan pribadi. Saya tetap latihan sendiri, jadi ketika berkumpul lagi tidak mulai dari nol, hanya penyesuaian teknik,” ungkapnya.

Di SEA Games Thailand, persaingan nomor poomsae berlangsung ketat. Rizal menyebut seluruh peserta merupakan atlet kelas dunia.

Indonesia membuka jalan menuju emas dengan mengalahkan Myanmar di babak pertama, disusul kemenangan atas Malaysia di babak kedua, sebelum akhirnya menumbangkan Filipina di partai final.

“Final melawan Filipina cukup menegangkan. Mereka punya atlet juara dunia. Tapi kami fokus bermain maksimal dan tidak memikirkan warna medali,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut menjadi emas pertama Indonesia di SEA Games 2025 sekaligus mengakhiri penantian panjang cabang poomsae yang terakhir kali meraih emas pada SEA Games Jakarta 2011.

Bagi Rizal pribadi, ini merupakan partisipasi keduanya di SEA Games dan emas pertama sepanjang kariernya di ajang tersebut.

“Ini emas pertama saya di SEA Games, dan juga emas pertama Indonesia di SEA Games 2025. Tentu sangat bersyukur,” sebutnya.

Alumni IBI Kesatuan ini sendiri mulai mengenal taekwondo sejak duduk di kelas 4 SD di Kabupaten Garut.

Awalnya, ia mengikuti ekstrakurikuler di lingkungan kompleks tentara tempat ayahnya bertugas. Dari kyorugi atau nomor pertarungan, ia kemudian diarahkan ke cabang poomsae.

Kariernya sebagai atlet nasional dimulai ketika masuk Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan pada 2017.

Setahun kemudian, ia tampil di Kejuaraan Dunia di Taiwan meski belum meraih medali. Prestasi internasional mulai diraih pada 2022 dengan medali perunggu Kejuaraan Dunia di Korea Selatan.

Saat ini, pria berusia 22 tahun itu berstatus atlet penuh waktu. Meski telah mengoleksi emas SEA Games, ia menegaskan belum merasa puas.

“SEA Games ini hanya batu loncatan. Target saya emas Kejuaraan Dunia dan Olimpiade. Tidak ada kata berhenti latihan,” tegasnya.

Atas prestasi tersebut, Rizal dan rekan-rekannya mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Indonesia berupa bonus senilai Rp500 juta untuk peraih medali emas.

Ia mengaku telah mendapatkan pembekalan manajemen keuangan sebelum menerima bonus tersebut.

“Saya berencana memberikan sebagian untuk orang tua, sisanya ditabung untuk masa depan. Pesan dari pemerintah agar bonus digunakan dengan bijak,” ujarnya.

Menutup ceritanya, Rizal berpesan kepada generasi muda yang bercita-cita menjadi atlet agar tidak mudah menyerah. Sebagai atlet harus fokus pada tujuan apapun halangannya.

"Jangan berhenti di tengah jalan. Terus tingkatkan diri dan mental, karena itu yang paling penting,” pungkasnya. (uma)

Editor : Alpin.
#Atlet bogor #SEA Games 2025 #medali emas