RADAR BOGOR - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi mengumumkan perubahan besar pada struktur kompetisi dan kalender BWF World Tour untuk siklus 4 tahun mendatang.
Termasuk, peningkatan hadiah uang, penambahan turnamen Super 1000, serta pembaruan format pertandingan.
Ya, BWF menyatakan World Tour akan memasuki siklus kalender ketiga sejak menggantikan BWF Superseries pada 2018.
Dalam era baru yang mulai berlaku tahun depan, federasi internasional tersebut memastikan peningkatan di berbagai sektor, mulai dari total hadiah, struktur piramida kompetisi, format laga, hingga kualitas produksi siaran.
Kenaikan prize money terjadi di seluruh level turnamen, dengan lonjakan paling signifikan pada kategori tertinggi, yakni World Tour Super 1000.
Total hadiah pada level ini meningkat dari USD 1,45 juta menjadi USD 2 juta dan standar tersebut kini diterapkan pada seluruh ajang Super 1000, bukan hanya China Open seperti sebelumnya.
Selain itu, jumlah turnamen Super 1000 dalam satu musim juga diperluas menjadi lima kejuaraan, setelah sebelumnya hanya tiga pada periode 2018–2022 dan empat pada rentang 2023–2026.
Turnamen tersebut meliputi All England, Indonesia Open, China Open, Malaysia Open, dan Denmark Open.
BWF juga memberikan perlakuan khusus bagi sektor tunggal di level Super 1000.
Jumlah peserta tunggal putra dan putri diperbanyak menjadi 48 pemain dengan sistem penyisihan grup sebelum memasuki fase gugur menuju partai final, menyerupai format Olimpiade.
Sementara itu, sektor ganda tetap mempertahankan sistem gugur dengan 32 pasangan.
Seiring bertambahnya jumlah pertandingan, durasi turnamen Super 1000 diperpanjang dari 5 hari menjadi 11 hari yang tersebar dalam dua pekan.
Seluruh laga akan disiarkan dengan total 1.095 pertandingan pada setiap penyelenggaraan.
Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul menegaskan dalam pernyataan resmi federasi, reformasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan turnamen.
“Tak hanya membuat rangkaian turnamen, namun membentuk identitas, peluang dan budaya,” jelas Khunying.
Melainkan juga bertujuan membentuk budaya, identitas, serta membuka peluang yang lebih luas bagi dunia bulu tangkis.
Perubahan serupa turut diterapkan pada ajang beregu utama seperti Sudirman Cup, Thomas Cup, dan Uber Cup.
Jumlah tim peserta diperluas dari 16 menjadi 24 negara dengan durasi kompetisi selama 12 hari.
Kejuaraan Dunia juga akan digelar dalam dua fase, yakni penyisihan grup dan sistem gugur di seluruh sektor.
Di sisi lain, BWF membuka opsi perubahan sistem perhitungan skor dari 3x21 poin menjadi 3x15 poin, serta penerapan batas waktu servis selama 25 detik.
Usulan tersebut dijadwalkan dibahas dan diputuskan dalam Rapat Umum Tahunan BWF pada Mei mendatang.
Federasi menyatakan bahwa rangkaian pembaruan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang lebih mendukung atlet, terutama di tengah kritik terhadap jadwal kompetisi yang padat dan dinilai meningkatkan risiko cedera.
Sektor tunggal putra disebut sebagai yang paling terdampak, dengan sejumlah pemain papan atas seperti Viktor Axelsen, Lee Zii Jia, dan Anthony Sinisuka Ginting dilaporkan mengalami gangguan fisik dalam beberapa waktu terakhir.
Pada level Super 750, terjadi perubahan komposisi turnamen setelah Denmark Open naik kelas, sementara Singapore Open turun tingkat.
Hong Kong Open kemudian ditunjuk sebagai pengganti setelah sebelumnya berada di kategori Super 500. (fiq/bas)
Editor : Siti Dewi Yanti