RADAR BOGOR - Persib Bandung akan kembali melakoni laga melawan Madura United dalam lanjutan BRI Super League pekan ke-23, Kamis, 26 Fabruari 2026 mendatang.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) itu dipastikan tidak akan dihadiri oleh pendukung dari tim tamu, Madura United.
Melansir dari laman resmi Persib, keputusan tersebut diambil berdasarkan regulasi PSSI dan operator kompetisi, I League mengenai larangan kehadiran pendukung tim tamu yang berlaku sejak musim lalu.
Hal itu dikonfirmasi secara langsung oleh Head of Communication PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama yang mengimbau pendukung Madura United untuk tidak datang ke stadion.
Adhi mengatakan, bahwa semua itu merupakan langkah yang bijak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan menghindari sanki yang akan diberikan oleh PSSI.
"Kami mengingatkan suporter Madura United untuk tidak memaksakan diri datang ke Bandung. Ini demi kebaikan bersama dan menghindari sanksi yang bisa merugikan kedua klub," kata Adhi Pratama.
Pihak Persib sendiri akan melakukan langkah-langkah preventif guna mengantisifasi adanya oknum-oknum suporter tim tamu yang menyusup masuk ke dalam stadion, yaitu sebagai berikut:
1. Sistem Penjualan Tunggal: Tiket hanya dijual melalui aplikasi resmi PERSIB Apps dengan sistem verifikasi identitas.
2. Himbauan untuk Bobotoh: Bobotoh diminta untuk tidak membantu atau memfasilitasi pembelian tiket bagi suporter lawan.
3. Pengawasan Ketat: Panitia akan memperketat pemeriksaan di setiap pintu masuk stadion GBLA pada hari H pertandingan.
Manejemen Persib juga beharap agar laga yang cukup bergensi tersebut bisa berjalan dengan kondusif agar Bobotoh yang datang secara langsung bisa mendukung tim kesayangannya dengan nyaman.
Lebih lanjut, Adhi Pratama juga mengingatkan kepada para Bobotoh, pendukung Persib untuk membeli tiket di tempat resmi yang telah disediakan.
"Buat Bobotoh juga hati-hati dalam membeli tiket. Penjualan resmi hanya dilakukan di Apps PERSIB," pungkasnya.
Hal itu dimaksudkan agar mereka tidak terhindar dari penipuan yang tentunya dapat merugikan berbagai pihak.***
Editor : Asep Suhendar