RADAR BOGOR – Manchester United meraih kemenangan penting dengan skor 2–1 atas Crystal Palace dalam lanjutan Premier League yang berlangsung di Old Trafford pada 1 Maret 2026.
Pertandingan ini menjadi contoh klasik laga dengan alur dramatis, di mana tuan rumah harus bangkit dari ketertinggalan sebelum akhirnya memastikan tiga poin di depan pendukungnya sendiri.
Sejak peluit awal dibunyikan, Crystal Palace langsung menunjukkan keberanian menyerang. Mereka tidak datang hanya untuk bertahan, melainkan mencoba menekan sejak menit awal.
Strategi tersebut langsung membuahkan hasil ketika lini pertahanan Manchester United gagal mengantisipasi situasi bola mati yang berujung gol cepat bagi tim tamu.
Gol pembuka tercipta pada menit keempat melalui sundulan Maxence Lacroix setelah memanfaatkan sepak pojok yang dieksekusi dengan akurat.
Gol ini membuat suasana stadion sempat hening karena Manchester United terlihat belum menemukan ritme permainan.
Palace pun semakin percaya diri mengontrol tempo pertandingan di awal babak pertama.
Sepanjang paruh pertama laga, Manchester United kesulitan menciptakan peluang bersih.
Serangan mereka sering terhenti di lini tengah akibat pressing disiplin dari Crystal Palace.
Beberapa percobaan tembakan jarak jauh tidak cukup membahayakan kiper lawan sehingga skor 0–1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat drastis. Manchester United bermain lebih agresif dan mencoba mempercepat distribusi bola ke area sayap.
Momentum besar kemudian datang ketika Maxence Lacroix menerima kartu merah pada menit ke-56 setelah melakukan pelanggaran yang dianggap menghentikan peluang berbahaya.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan oleh Manchester United. Hanya satu menit setelah kartu merah tersebut, wasit menghadiahkan penalti kepada tuan rumah.
Bruno Fernandes yang menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang, mengirim kiper ke arah yang salah dan menyamakan kedudukan menjadi 1–1.
Gol penyeimbang tersebut mengubah arah pertandingan sepenuhnya. Manchester United mulai mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Crystal Palace yang kini bermain lebih defensif.
Tekanan beruntun akhirnya menghasilkan gol kedua pada menit ke-65 melalui sundulan Benjamin Sesko yang memanfaatkan umpan silang akurat dari Bruno Fernandes.
Setelah berbalik unggul, Manchester United mencoba mengontrol tempo permainan agar tidak memberikan ruang serangan balik.
Crystal Palace tetap berusaha mencari celah meskipun bermain dengan sepuluh pemain.
Namun, organisasi pertahanan tuan rumah terlihat lebih solid dibandingkan babak pertama.
Performa Bruno Fernandes menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini.
Selain mencetak gol penyama kedudukan, ia juga memberikan assist penting yang menentukan kemenangan timnya.
Kontribusinya menunjukkan peran vital sebagai pengatur serangan sekaligus pemimpin di lapangan ketika tim berada dalam tekanan.
Kemenangan ini membawa dampak signifikan bagi posisi Manchester United di klasemen sementara Premier League.
Selain menambah kepercayaan diri tim, hasil tersebut memperkuat peluang mereka untuk finis di zona Liga Champions.
Pertandingan ini juga memperlihatkan karakter tim yang mampu bangkit, meski masih perlu memperbaiki konsistensi sejak menit awal laga.***
Editor : Eli Kustiyawati