RADAR BOGOR - Aksi luar biasa kembali ditunjukkan oleh Marco Bezzecchi bersama Aprilia Racing dalam gelaran Red Bull Grand Prix of the Americas.
Pembalap asal Italia itu tampil dominan sejak awal hingga finis, sekaligus mengukuhkan tren positifnya dengan meraih kemenangan beruntun di awal musim MotoGP 2026.
Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor impresif Bezzecchi, tetapi juga menempatkannya sebagai salah satu pembalap paling konsisten musim ini.
Ia menjadi rider Aprilia pertama yang mampu mencatat tiga kemenangan Grand Prix secara beruntun di awal musim.
Bahkan, performanya semakin istimewa setelah mencatatkan lima kemenangan beruntun di era modern MotoGP, menyamai torehan legenda seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Balapan yang berlangsung di Circuit of the Americas, Austin, berlangsung dramatis sejak lampu start padam.
Pedro Acosta langsung melesat memimpin lomba, diikuti Bezzecchi dan Jorge Martin.
Sementara itu, Marc Marquez sempat berada di posisi lima besar sebelum kehilangan posisi akibat insiden di awal balapan.
Momen krusial terjadi saat memasuki lintasan lurus usai Tikungan 11.
Bezzecchi melakukan manuver agresif untuk menyalip Acosta. Kontak ringan pun tak terhindarkan hingga menyebabkan bagian aero belakang motor Bezzecchi terlepas.
Meski demikian, insiden tersebut tidak menghambat lajunya.
Ia justru berhasil mengambil alih posisi terdepan menjelang akhir lap pertama.
Sejak memimpin lomba, Bezzecchi tampil tanpa cela.
Keunggulannya terus melebar dan sulit dikejar para rival.
Acosta sempat mencoba menempel ketat, namun kecepatan Bezzecchi terbukti terlalu kuat.
Di sisi lain, Jorge Martin yang sempat mengalami momen sulit berhasil bangkit dan menemukan ritmenya kembali.
Memasuki tujuh lap terakhir, kesalahan Acosta di Tikungan 1 dimanfaatkan Martin untuk merebut posisi kedua.
Persaingan pun beralih ke perebutan posisi tengah, di mana duel sengit terjadi antara Marc Marquez, Enea Bastianini, dan Francesco Bagnaia.
Marc Marquez yang harus menjalani long lap penalty sempat tercecer hingga posisi ke-11.
Namun, ia menunjukkan determinasi tinggi dengan perlahan merangsek naik dan kembali bersaing di lima besar.
Sementara itu, Bastianini memberikan perlawanan ketat, dengan beberapa kali saling salip terjadi di antara keduanya.
Di tengah harapan Aprilia untuk menguasai podium sepenuhnya, Ai Ogura harus mengubur asa akibat kendala teknis saat balapan menyisakan enam lap.
Situasi ini membuat persaingan semakin terbuka di barisan tengah.
Pada akhirnya, Bezzecchi berhasil menyentuh garis finis dengan keunggulan lebih dari dua detik atas Jorge Martin.
Pedro Acosta melengkapi podium di posisi ketiga. Sementara itu, Fabio Di Giannantonio finis keempat setelah menjalani sebagian besar balapan tanpa tekanan berarti.
Marc Marquez menutup balapan di posisi kelima, diikuti Bastianini di urutan keenam dan Alex Marquez di posisi ketujuh.
Raul Fernandez mengamankan posisi kedelapan, disusul Luca Marini di urutan kesembilan.
Sementara Bagnaia harus puas finis di posisi ke-10 setelah kehilangan performa di lap-lap akhir.
Hasil ini membuat Bezzecchi kembali merebut puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan total 81 poin, unggul tipis dari Jorge Martin.
Sementara itu, Marc Marquez kini berada di peringkat kelima dengan selisih poin yang cukup signifikan.
Setelah balapan penuh aksi di Austin, perhatian kini beralih ke seri berikutnya, yakni Spanish Grand Prix yang dijadwalkan berlangsung pada 24–26 April 2026.
Balapan ini diprediksi kembali menghadirkan persaingan sengit, terutama dengan performa impresif yang tengah ditunjukkan Bezzecchi dan Aprilia. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim