Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sinyal Bahaya! 14 Laga Tanpa Kemenangan, Tottenham Hotspur Terancam Degradasi 

Yosep Awaludin • Senin, 13 April 2026 | 10:00 WIB
Pemain Tottenham Hotspur cedera saat melawan Sunderland.
Pemain Tottenham Hotspur cedera saat melawan Sunderland.

RADAR BOGOR – Tottenham Hotspur tengah berada dalam situasi genting di Premier League musim 2025/2026.

Rentetan hasil negatif yang terus berlanjut membuat posisi The Lilywhites julukan Tottenham Hotspur kini semakin dekat dengan zona degradasi.

Kekalahan 0-1 dari Sunderland di Stadium of Light menjadi pukulan terbaru bagi Tottenham Hotspur. Gol bunuh diri Nordi Mukiele menjadi penentu hasil akhir dalam laga tersebut.

Baca Juga: Realisasi Bansos April 2026: Pemerintah Kucurkan Rp76,6 Miliar untuk Bantuan Adaptif dan Percepatan Reguler

Selain gagal mencetak gol, Spurs juga harus menerima kenyataan pahit setelah penalti yang mereka dapatkan dianulir.

Situasi semakin memburuk dengan cederanya Cristian Romero yang terpaksa meninggalkan lapangan lebih awal.

Pertandingan ini sekaligus menjadi debut yang tidak menyenangkan bagi pelatih anyar Tottenham, Roberto De Zerbi.

Baca Juga: Resep Gulai Ayam Padang Gurih dan Kental ala Devina Hermawan, Dijamin Bikin Nambah Nasi

Harapan membawa perubahan positif belum terwujud, karena tim masih belum mampu meraih kemenangan di Liga Inggris sepanjang tahun 2026.

Terakhir kali Tottenham mengamankan tiga poin terjadi pada Desember 2025 saat menghadapi Crystal Palace.

Sejak saat itu, mereka telah menjalani 14 pertandingan tanpa kemenangan di Premier League.

Baca Juga: Cek Bansos di SIKS-NG 13 April 2026, Pantauan Bantuan Tahap 2 dan Laporan Saldo Masuk bagi KPM Kategori Khusus

Catatan tersebut bukan sekadar statistik biasa. Dalam sejarah kompetisi, hanya sedikit tim yang mencatat awal tahun seburuk ini, dan semuanya berujung pada degradasi.

Derby County (2008) mencatat 18 laga tanpa kemenangan, Sunderland (2003) dengan 17 laga, serta Swindon Town (1993) dengan 15 laga ketiganya akhirnya terdegradasi.

Kini, Tottenham Hotspur menyamai tren buruk tersebut dengan 14 laga tanpa kemenangan yang masih berlanjut.

Kondisi ini menjadi alarm serius bagi Spurs yang kini berada di ambang zona merah. Situasi semakin sulit setelah hasil pertandingan tim lain tidak berpihak.

Baca Juga: Kemarau Panjang Akibat Fenomena El Nino Godzilla Disebut Bakal Segera Tiba, Tapi Kok Masih Sering Hujan? 

West Ham United meraih kemenangan besar 4-0 atas Wolverhampton Wanderers, sementara Nottingham Forest bermain imbang 1-1 dengan Aston Villa.

Hasil tersebut membuat Tottenham kini tertinggal dua poin dari zona aman, dengan hanya enam pertandingan tersisa.

Dalam waktu dekat, Tottenham akan menghadapi laga penting melawan Brighton & Hove Albion mantan klub De Zerbi sebelum bertemu Wolverhampton Wanderers di penghujung bulan.

Baca Juga: Pelaksanaan WFH di Kota Bogor Belum Optimal, ASN Terkendala Masalah Ini

Usai pertandingan, De Zerbi menyampaikan bahwa kondisi timnya saat ini membutuhkan pendekatan berbeda.

Ia menilai para pemain lebih membutuhkan dukungan mental dibandingkan sekadar instruksi taktik.

Menurutnya, kepercayaan diri menjadi faktor kunci untuk mengembalikan performa tim.

Baca Juga: Bansos Tahap Kedua April 2026 Mulai Cair, Total Rp76,6 Miliar Disalurkan untuk PKH, BPNT dan Korban Bencana

Ia optimistis satu kemenangan saja bisa menjadi momentum kebangkitan bagi Tottenham.

Dengan hasil ini, De Zerbi juga masuk dalam daftar pelatih Tottenham yang gagal meraih kemenangan di laga debut, mengikuti jejak Igor Tudor yang mengalami nasib serupa.

Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, tekanan terhadap Tottenham semakin meningkat.

Jika tren negatif ini tidak segera dihentikan, bukan tidak mungkin Tottenham Spurs harus menghadapi kenyataan pahit terdegradasi dari Premier League musim ini. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#tottenham hotspur #premier league #degradasi