RADAR BOGOR - Tim bulutangkis Indonesia kini memasuki fase krusial menjelang Piala Thomas dan Uber 2026.
Setelah menyelesaikan pemusatan latihan di Horsens Badminton Club, fokus skuad Merah Putih beralih ke proses adaptasi di arena pertandingan resmi, Forum Horsens.
Waktu yang terbatas di venue pertandingan membuat setiap sesi latihan menjadi sangat berharga.
Tim pelatih menilai, proses adaptasi ini tidak bisa dianggap sepele karena akan sangat menentukan performa saat turnamen berlangsung.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, menjelaskan pada Rabu (22/4) bahwa penyesuaian terhadap kondisi arena menjadi prioritas utama.
Ia menilai, faktor seperti arah angin, pencahayaan, hingga karakter lapangan harus segera dipahami oleh para pemain dalam waktu singkat.
Menurut Eng Hian, para atlet sebenarnya telah mendapatkan porsi latihan teknis dan fisik secara maksimal, baik saat di Jakarta maupun selama training camp di Denmark.
Karena itu, sesi di arena pertandingan kini difokuskan sepenuhnya untuk membaca kondisi lapangan agar tidak menjadi kendala saat laga resmi dimulai.
Sebelumnya, pemusatan latihan di Horsens ditutup dengan simulasi pertandingan internal yang melibatkan tim Thomas dan Uber.
Baca Juga: Pedagang di Jalan Suryakencana Bogor Usul Parkir Zonasi demi Hindari Hilangnya Pelanggan
Simulasi ini menjadi tolok ukur kesiapan para pemain sebelum masuk ke fase kompetisi.
Pelatih tunggal putra, Indra Widjaja, melihat perkembangan positif dari anak asuhnya.
Ia menilai, performa empat pemain tunggal putra menunjukkan peningkatan signifikan dan berada dalam kondisi yang cukup siap untuk bertanding.
Tak hanya aspek teknis, kekompakan tim juga menjadi sorotan.
Indra menilai suasana kebersamaan dan semangat para pemain menjadi modal penting dalam menghadapi turnamen beregu yang sarat tekanan.
Baca Juga: Kota Bogor Siapkan Dua Fasilitas PSEL, Kelola Sampah hingga 2.500 Ton per Hari
Ia berharap, energi positif yang sudah terbangun selama masa persiapan dapat terus terjaga hingga pertandingan berlangsung, sehingga mampu mendorong tim Indonesia meraih hasil maksimal di ajang bergengsi tersebut. (fiq/bas)
Editor : Siti Dewi Yanti