Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dua Kali Tembus DBL All-Star, Fathy Muhammad Zhafif Siswa SMAN 5 Kota Bogor Kembali Terbang ke Amerika

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 6 Mei 2026 | 22:46 WIB
Siswa SMAN 5 Kota Bogor Fathy Muhammad Zhafif yang masuk DBL All Star. (Dok. Fathy Muhammad Zhafif)
Siswa SMAN 5 Kota Bogor Fathy Muhammad Zhafif yang masuk DBL All Star. (Dok. Fathy Muhammad Zhafif)

RADAR BOGOR — Siswa SMAN 5 Kota Bogor, Fathy Muhammad Zhafif, kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah untuk kedua kalinya terpilih sebagai anggota DBL All-Star. Ia dijadwalkan berangkat ke Amerika Serikat pada 21 Juli 2026 bersama 11 pemain terbaik lainnya dari seluruh Indonesia.

Fathy menjelaskan, proses seleksi DBL All-Star berlangsung panjang dan berjenjang, dimulai dari kompetisi antar sekolah di tingkat regional hingga seleksi nasional yang mempertemukan pemain terbaik dari seluruh Indonesia. Ia mengawali perjalanan dari DBL West Java–West Region sebelum melaju ke tingkat provinsi.

"Awalnya aku mengikuti kompetisi DBL antar sekolah, namanya DBL West Java - West Region. Setelah juara di sana, kami lanjut ke tingkat provinsi, yaitu West Java Series. Dari kompetisi tersebut, pemain-pemain yang terlihat berbakat akan dipilih menjadi DBL Campers tingkat nasional," ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Baca Juga: Bangun SPPG Terintegrasi di Bogor, Dapur MBG Milik IPB Ditargetkan Jadi Model Nasional

Setelah lolos sebagai peserta nasional, Fathy mengikuti DBL Camp pada 27 April 2026. Dari ratusan peserta, hanya 12 pemain terbaik yang dipilih untuk masuk skuad DBL All-Star dan berangkat ke Amerika.

"Setelah terpilih, kami mengikuti DBL Camp. Di sana, anak-anak DBL Campers dari seluruh Indonesia diseleksi kembali untuk mencari 12 orang terbaik yang akan menjadi tim DBL All-Star dan dilatih serta bertanding ke Amerika," katanya.

Keberhasilan ini menjadi yang kedua bagi Fathy menembus skuad DBL All-Star. Ia menilai kemampuan defense, offense, serta penguasaan fundamental menjadi faktor utama yang menunjang penampilannya selama seleksi.

Baca Juga: Danrem 061 Suryakancana Soroti Misinformasi, Ajak Aparatur Perkuat Komunikasi Publik

"Mungkin aku terpilih karena kemampuan defense dan offense aku yang bagus, serta basic basket aku yang oke. Dari Kota Bogor, hanya aku sendiri yang terpilih. Kalau dari Jawa Barat tahun ini ada dua orang, aku dan Steven Sebastian," jelasnya.

Selama di Amerika, Fathy dan tim akan menjalani rangkaian kegiatan berupa pelatihan hingga pertandingan melawan tim lokal. Ia menyebut kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan.

"Keuntungannya banyak sekali; aku bisa dapat ilmu baru dari coach di luar negeri, bertemu teman-teman dari Amerika, dan bertanding langsung melawan mereka," tuturnya.

Berdasarkan pengalamannya tahun lalu, Fathy menilai terdapat perbedaan mencolok antara pemain Indonesia dan Amerika, terutama dari segi chemistry tim dan penguasaan fundamental.

"Pemain di sana timnya sudah terbentuk lama, jadi chemistry mereka sangat bagus dibandingkan tim kita yang baru dibentuk setelah seleksi. Selain itu, basic basket mereka benar-benar sangat diperhatikan," ungkapnya.

Ia juga menyoroti perbedaan dari sisi fisik pemain yang dinilai cukup signifikan, meski tidak menjadi penghalang untuk meraih kemenangan. Postur tubuh pemain muda Amerika rata-rata memiliki tinggi 190 ke atas.

"Meski secara postur dan chemistry mereka unggul, waktu kami ikut kompetisi di sana tahun lalu, alhamdulillah kita berhasil menang," tambahnya.

Baca Juga: Bincang Santai di Kabupaten Bogor, Deddy Corbuzier Curhat Pengalaman Jadi Stafsus Menhan Diserang di Medsos hingga Soroti Maraknya Hoaks

Di tingkat sekolah, Fathy turut membawa tim basket SMAN 5 Bogor meraih juara DBL West Java–West Region musim ini. Namun, langkah tim harus terhenti di babak semifinal saat berlaga di tingkat provinsi Jawa Barat.

"Untuk SMAN 5 sendiri, kami berhasil menjadi juara di tingkat DBL West Java - West Region. Namun, saat bertanding di tingkat provinsi Jawa Barat, kami harus kalah di babak semifinal," ucapnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 5 Kota Bogor, Dini Ruswardiningsih, menyampaikan capaian Fathy merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras yang konsisten. Ia menegaskan, pihak sekolah sangat bangga atas prestasi yang diraih tersebut.

"Yang jelas, seluruh pihak sekolah sangat bangga dengan prestasi yang diraih Fatih. Pencapaian ini tidak mudah, apalagi ini adalah kali kedua ia terpilih. Tidak semua siswa bisa mendapatkan kesempatan seperti ini, mengingat persaingannya sangat ketat secara nasional," ujarnya.

Baca Juga: Forum Akademisi IPB Dukung MBG, Tegaskan Kampus Bukan Operator

Menurut Dini, tim basket SMAN 5 Bogor atau Fivers selama ini dikenal sebagai salah satu tim yang konsisten berprestasi dan selalu diperhitungkan dalam kompetisi DBL.

"Tim basket SMA 5 (Fivers) memang sangat diperhitungkan. Rasanya ada yang kurang kalau DBL diselenggarakan tanpa kehadiran SMA 5. Tahun lalu, prestasi kita sangat tinggi; tim putra berhasil menjadi juara di Region Barat dan tim putri meraih juara dua," katanya.

Ia menambahkan, sekolah terus mendorong peningkatan kualitas tim melalui latihan intensif serta uji tanding dengan tim dari luar daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.

"Sebagai persiapan DBL berikutnya, kami terus meningkatkan intensitas latihan dan sering melakukan sparring dengan tim dari luar daerah. Harapannya, ke depan SMA 5 bisa terus mempertahankan prestasi dan akan muncul Fatih-Fatih baru," tambahnya.

Dini juga menilai pengalaman Fathy di Amerika menjadi nilai tambah yang besar, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi tim saat kembali ke sekolah nanti.

"Dari keberangkatannya tahun lalu, Fatih mendapatkan banyak sekali ilmu karena dilatih langsung oleh pelatih luar negeri. Sepulangnya nanti, kami yakin dia bisa berbagi pengalaman dan ilmu kepada adik-adiknya di tim," tutupnya.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
#Fathy Muhammad Zhafif #kota bogor #dbl #SMAN 5