RADAR BOGOR - Atmosfer Villa Park pecah pada Kamis malam ketika Aston Villa memastikan tiket ke final Liga Europa usai menyingkirkan Nottingham Forest dengan kemenangan meyakinkan.
Di tengah gemuruh suporter yang memenuhi stadion, satu mimpi lama perlahan kembali hidup yakni membawa Aston Villa kembali berjaya di Eropa.
Klub asal Birmingham itu kini hanya berjarak satu pertandingan dari trofi Eropa pertama mereka dalam 44 tahun.
Di partai final yang akan berlangsung di Istanbul pada 20 Mei 2026, Aston Villa akan menghadapi wakil Jerman, Freiburg.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi pelatih Unai Emery, sosok yang sejak awal kedatangannya pada November 2022 sudah menegaskan ambisinya membawa Aston Villa meraih gelar juara.
Dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih Aston Villa, Emery sempat menegaskan, dirinya datang bukan sekadar membangun tim, tetapi untuk memenangkan trofi.
Kini, setelah lebih dari tiga tahun bekerja membangun skuad, target tersebut tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan.
Kemenangan atas Nottingham Forest berlangsung dominan sejak menit awal.
Ollie Watkins membuka keunggulan Aston Villa sebelum Emiliano Buendia menggandakan skor lewat titik penalti.
Baca Juga: Tepuk Tangan Guru PAUD Bogor Pecah di UMBARA, 300 Mahasiswa Dapat Beasiswa Istimewa dari Pemkab
Kapten tim John McGinn kemudian memastikan kemenangan lewat dua gol di penghujung pertandingan.
Nottingham Forest sebenarnya mencoba memperkuat tim dengan memasukkan Morgan Gibbs-White, Ibrahim Sangare, dan Murillo ke dalam skuad.
Namun kondisi kebugaran ketiganya belum maksimal. Bahkan Murillo hanya tampil dua menit ketika pertandingan praktis sudah tidak dapat diselamatkan.
Di sisi lain, Aston Villa tampil agresif sepanjang laga. Intensitas permainan terus meningkat hingga membuat Forest kesulitan mengembangkan permainan.
Pelatih Aston Villa, Unai Emery, menilai para pemainnya tampil sangat fokus dan mampu menjaga momentum pertandingan dengan baik.
Emery mengatakan, atmosfer luar biasa Villa Park menjadi energi tambahan bagi timnya dalam laga penting tersebut.
Menurut Emery, kompetisi Eropa memiliki arti besar bagi Aston Villa.
Ia mengingatkan, sejak awal dirinya memang berbicara tentang ambisi membawa klub bersaing di Eropa dan memenangkan trofi, meski ia mengakui hal itu bukan pekerjaan mudah.
Final nanti akan menjadi final Liga Europa keenam sepanjang karier Emery.
Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya sudah mengoleksi empat gelar juara kompetisi tersebut, sebuah rekor tersendiri di Eropa.
Striker Aston Villa, Ollie Watkins, menyebut pengalaman dan rekam jejak Emery menjadi faktor penting keberhasilan tim mencapai final.
Ia menilai tidak ada sosok yang lebih tepat mempersiapkan Aston Villa menghadapi laga sebesar ini selain Emery.
Watkins juga mengisyaratkan, skuad Aston Villa kemungkinan akan mengalami perubahan besar pada bursa transfer musim panas nanti.
Karena itu, menurutnya, kesempatan menuju final ini menjadi momen terakhir bagi generasi pemain saat ini untuk menciptakan sejarah bersama.
Kapten Aston Villa, John McGinn, turut mengungkapkan kebanggaannya terhadap perjalanan tim dalam beberapa musim terakhir.
Ia menilai, Aston Villa telah bangkit dari masa-masa sulit, termasuk ketika pernah terdegradasi, hingga kini kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
McGinn berharap skuad saat ini mampu dikenang sebagai generasi baru legenda Aston Villa, menyusul tim juara Eropa 1982 dan era kejayaan klub pada 1990-an.
Jika berhasil mengalahkan Freiburg di Istanbul, Aston Villa tidak hanya mengakhiri puasa gelar panjang, tetapi juga memastikan tiket kembali ke Liga Champions musim depan tanpa harus bergantung pada posisi akhir di Liga Inggris. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim