RADAR BOGOR – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, diprediksi memiliki peluang besar mencuri perhatian pada seri keenam Moto3 Catalunya 2026 akhir pekan ini.
Bekal catatan waktu di Circuit de Barcelona - Catalunya serta performa konsisten sepanjang musim membuat peluang Veda Ega Pratama finis di barisan depan hingga podium terbuka lebar.
Ya, Veda Ega Pratama datang ke Moto3 Catalunya 2026 dengan kepercayaan diri tinggi.
Baca Juga: Krisis Integritas di Balik Cerdas Cermat MPR
Penampilannya di sirkuit yang sama pada ajang JuniorGP musim lalu menjadi salah satu indikator kuat bahwa rider asal Indonesia tersebut mampu bersaing dengan para pembalap papan atas kejuaraan dunia.
Circuit de Barcelona-Catalunya dikenal sebagai lintasan yang menuntut teknik tinggi.
Tidak hanya mengandalkan kecepatan di trek lurus, sirkuit sepanjang 4,6 kilometer ini juga membutuhkan kemampuan menjaga kecepatan saat menikung, kestabilan motor, serta keseimbangan sasis di 14 tikungan yang dimilikinya.
Karakter trek yang flowing membuat pembalap dengan kemampuan corner speed baik memiliki keuntungan besar.
Kondisi tersebut dinilai cocok dengan gaya balap Veda yang selama ini dikenal kuat dalam menjaga ritme dan momentum di sektor tikungan panjang.
Musim lalu, persaingan Moto3 di Catalunya berlangsung sangat ketat. Angel Piqueras keluar sebagai pemenang setelah duel sengit melawan Jose Antonio Rueda.
Baca Juga: Kamis Bahagia, Bansos PKH Tahap 2 Tahun 2026 Terpantau Cair Hari Ini, Cek Nominal Lengkapnya
Namun perhatian juga tertuju pada penampilan Taiyo Furusato dari Honda Team Asia yang berhasil finis di podium ketiga.
Furusato mencatat fastest lap 1 menit 47,873 detik dan hanya terpaut tipis 0,156 detik dari pemenang.
Catatan tersebut menjadi bukti motor Honda NSF250RW tetap kompetitif di Catalunya, terutama pada sektor tikungan cepat yang menuntut kestabilan dan handling.
Keunggulan Honda pada fleksibilitas sasis dan kemampuan menjaga momentum di tikungan diyakini menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama.
Karakter motor itu sangat sesuai dengan gaya balapnya yang lebih mengandalkan teknik di corner ketimbang agresivitas di trek lurus.
Data JuniorGP Jadi Sinyal Kuat
Peluang Veda bukan sekadar spekulasi. Pada JuniorGP 2025 di sirkuit yang sama, ia mencatat performa impresif dengan menembus sesi Q2 dan mengamankan posisi start kelima berkat lap terbaik 1 menit 47,876 detik.
Saat balapan utama, Veda finis di posisi keenam setelah terlibat persaingan ketat sepanjang lomba. Menariknya, best lap yang ia bukukan saat race berada di angka 1 menit 47,917 detik.
Baca Juga: Ibadah Haji, Perjalanan Hati Menuju Ilahi
Jika dibandingkan dengan fastest lap Moto3 World Championship musim lalu milik Taiyo Furusato, selisihnya hanya 0,044 detik.
Bahkan pada sesi kualifikasi JuniorGP, catatan Veda hanya terpaut 0,003 detik dari waktu tercepat Moto3 dunia di Catalunya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Veda sudah memiliki pace yang sangat dekat dengan level kompetisi dunia, bahkan sebelum menggunakan motor spesifikasi penuh Moto3.
Musim 2026 menjadi momentum penting karena Veda kini mengendarai motor spesifikasi penuh Moto3 World Championship.
Peningkatan performa mesin, ECU, aerodinamika, hingga suspensi memberi potensi pengurangan waktu lap sekitar 0,3 hingga 1 detik per putaran.
Dengan paket motor yang lebih kompetitif, peluang Veda menembus grup depan semakin terbuka.
Apalagi slipstream di trek lurus Catalunya yang mencapai sekitar 1 kilometer bisa menjadi faktor penentu dalam perebutan posisi.
Sepanjang Moto3 2026, Veda Ega Pratama juga tampil cukup stabil. Ia sudah beberapa kali menorehkan hasil positif, mulai finis kelima di Thailand, keenam di Jerez, hingga posisi keempat di Le Mans.
Rangkaian hasil tersebut menunjukkan adaptasi pembalap muda Indonesia ini di level Moto3 dunia semakin matang.
Baca Juga: Menjaga Hati di Tengah Kehidupan, Pesan Menyentuh Bang Boy tentang Syukur dan Kasih Sayang
Jika sejak latihan bebas mampu menjaga ritme di kisaran 1 menit 47 detik, peluang mencetak hasil terbaik bahkan podium di Catalunya sangat terbuka. (***)
Editor : Yosep Awaludin