RADAR BOGOR – Arsenal semakin dekat mengakhiri puasa gelar Liga Inggris setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Burnley pada laga di Emirates Stadium, Selasa, 19 Mei 2026 dini hari WIB.
Hasil ini menempatkan Arsenal di ambang meraih trofi Liga Inggris yang sudah lama mereka nantikan.
Kemenangan penting tersebut membuat Arsenal kini memimpin klasemen sementara dengan keunggulan lima poin atas Manchester City.
Situasi itu membuat peluang juara Arsenal sangat terbuka, bahkan bisa dipastikan lebih cepat jika pesaing terdekat mereka gagal meraih hasil maksimal pada pertandingan berikutnya.
Satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak Kai Havertz melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-36.
Gol itu menjadi penentu dalam duel yang berlangsung ketat, sekaligus menjaga asa Arsenal untuk menuntaskan musim dengan gelar juara.
Tambahan tiga angka membuat tekanan kini beralih kepada Manchester City. Tim besutan Pep Guardiola wajib menundukkan Bournemouth pada Rabu, 20 Mei 2026 dini hari WIB untuk mempertahankan peluang mempertahankan gelar hingga pekan terakhir.
Jika City terpeleset di Vitality Stadium, maka Arsenal dipastikan mengunci gelar Premier League pertama mereka sejak terakhir kali menjadi juara pada era “Invincibles” bersama Arsene Wenger pada 2004.
Perjalanan Arsenal menuju titik ini cukup dramatis. Sempat diprediksi kehilangan peluang juara usai tumbang 1-2 dari Manchester City pada 19 April lalu, klub asal London Utara itu justru mampu bangkit dan menunjukkan mental kuat dalam fase akhir musim.
Arsenal tampil impresif dengan menyapu bersih empat laga terakhir, bahkan tanpa kebobolan satu gol pun.
Rentetan hasil tersebut menjadi bukti konsistensi pasukan Arteta dalam menjaga persaingan di papan atas.
Kini, selain berpeluang meraih gelar liga, Arsenal juga berkesempatan menorehkan salah satu musim terbaik dalam sejarah klub.
Setelah menghadapi Burnley, mereka masih dijadwalkan melawan Crystal Palace sebelum tampil di final Liga Champions kontra Paris Saint-Germain pada 30 Mei 2026.
Pada laga melawan Burnley, Arsenal sempat kesulitan menembus pertahanan tim tamu di awal pertandingan.
Kai Havertz beberapa kali gagal memaksimalkan peluang, sementara Leandro Trossard hampir membuka skor lewat sepakan jarak jauh yang hanya membentur tiang.
Momen kontroversial sempat terjadi pada menit ke-34 saat Bukayo Saka terjatuh di kotak penalti setelah mendapat tekel dari Lucas Pires.
Baca Juga: Dolar AS Masih Perkasa Pagi Ini, Rupiah Sedikit Naik di Level Rp17.672
Namun wasit Paul Tierney memutuskan untuk melanjutkan permainan, dan VAR tidak mengubah keputusan tersebut.
Tak lama berselang, Arsenal akhirnya memecah kebuntuan. Skema bola mati kembali menjadi andalan mereka musim ini.
Sepak pojok yang dikirim Bukayo Saka sukses disambut tandukan Kai Havertz untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.
Gol tersebut menambah catatan Arsenal menjadi 18 gol dari situasi sepak pojok sepanjang Premier League musim ini.
Statistik itu menunjukkan kekuatan Arsenal dalam memanfaatkan bola mati sebagai salah satu senjata utama mereka.
Bukayo Saka juga mencatat pencapaian pribadi penting lewat assist tersebut. Pemain tim nasional Inggris itu kini telah mengoleksi 50 assist di Premier League, menempatkannya di jajaran pemain Arsenal dengan kontribusi umpan gol terbanyak dalam sejarah kompetisi.
Memasuki babak kedua, Arsenal mencoba menambah keunggulan untuk mengamankan kemenangan lebih nyaman.
Namun Burnley tetap memberikan perlawanan dan sesekali mengancam melalui serangan balik.
Kontroversi lain muncul pada menit ke-65 ketika Havertz melakukan tekel keras terhadap Lesley Ugochukwu.
Banyak pihak menilai pelanggaran tersebut layak diganjar kartu merah, tetapi VAR memilih tidak melakukan intervensi sehingga pemain Jerman itu tetap bertahan di lapangan.
Laga pun berlangsung dengan tensi tinggi hingga menit-menit akhir. Burnley berusaha memanfaatkan tekanan psikologis tuan rumah, sementara pendukung Arsenal mulai tegang melihat tim kesayangan mereka hanya unggul satu gol.
Meski begitu, lini belakang Arsenal tampil disiplin hingga peluit panjang berbunyi. David Raya nyaris tak mendapat ancaman serius, dan gol tunggal Havertz cukup untuk memastikan kemenangan krusial bagi The Gunners.
Kini seluruh perhatian Arsenal tertuju pada pertandingan Manchester City kontra Bournemouth.
Bila City gagal meraih kemenangan, maka pesta juara Premier League akan resmi kembali ke Emirates Stadium setelah penantian panjang selama 22 tahun. (***)
Editor : Yosep Awaludin