RADAR BOGOR - Oliver Glasner menutup masa baktinya bersama Crystal Palace dengan pencapaian luar biasa setelah sukses membawa The Eagles menjuarai UEFA Conference League musim 2025-2026.
Pelatih asal Austria tersebut memastikan Crystal Palace meraih trofi Eropa pertama sepanjang sejarah klub usai menang tipis 1-0 atas Rayo Vallecano pada laga final yang digelar di Leipzig.
Gol semata wayang Jean-Philippe Mateta di babak kedua menjadi penentu kemenangan Crystal Palace sekaligus menghadirkan akhir manis bagi perjalanan Glasner di Selhurst Park.
Gelar ini melengkapi rentetan prestasi Crystal Palace dalam sekitar satu tahun terakhir.
Sebelumnya, Crystal Palace juga berhasil mengangkat trofi Piala FA dan Community Shield.
Kini, klub asal London tersebut sukses menambah koleksi gelar dengan menjuarai UEFA Conference League.
Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Ditunda, Hitung-hitungan Fiskal Jadi Alasan
Usai pertandingan, Oliver Glasner menegaskan keberhasilan Crystal Palace tidak lepas dari kontribusi besar para pemain dan seluruh staf pelatih.
Menurutnya, kesuksesan tim merupakan hasil kerja kolektif, bukan semata karena sosok pelatih.
“Saya hanya membantu mengarahkan tim. Semua pencapaian ini terjadi karena kerja keras para pemain dan staf yang selalu percaya dengan proses yang kami jalani,” ujar Glasner.
Ia menjelaskan, keberhasilan sebuah tim sangat ditentukan oleh komitmen pemain dalam menjalankan instruksi serta menjaga konsistensi sepanjang musim.
“Pelatih tidak akan bisa melakukan apa pun tanpa dukungan pemain. Mereka mau mendengarkan, percaya kepada tim pelatih, dan menunjukkan dedikasi luar biasa setiap hari,” katanya.
Glasner juga mengakui dirinya dikenal sebagai pelatih yang memiliki standar tinggi dalam latihan maupun pertandingan. Ia tidak ingin ada penurunan performa sekecil apa pun di dalam tim.
“Saya memang menuntut banyak hal dari tim. Ketika standar mulai turun, saya langsung menegaskannya karena saya ingin tim ini terus berkembang,” ucapnya.
Mantan Pelatih Eintracht Frankfurt itu menilai kekuatan terbesar Crystal Palace musim ini terletak pada mentalitas dan kekompakan skuad.
Ia merasa seluruh pemain berhasil memahami filosofi permainan yang diterapkan sepanjang musim.
“Kami membangun karakter yang kuat dan terus meningkatkan kualitas permainan. Bagi saya, itu adalah tugas utama seorang pelatih,” tutur Glasner.
Ia juga memuji kualitas pemain Crystal Palace yang dinilai memiliki kombinasi kemampuan teknik dan mentalitas kompetitif yang sangat baik.
“Untuk menjadi tim juara, Anda membutuhkan pemain hebat sekaligus karakter yang kuat. Para pemain pantas mendapatkan apresiasi besar atas pencapaian ini,” tambahnya.
Keputusan Oliver Glasner meninggalkan Crystal Palace sebenarnya telah diumumkan sejak Januari lalu.
Setelah pengumuman tersebut, berbagai spekulasi mengenai klub barunya terus bermunculan, mulai dari kemungkinan kembali ke Bundesliga hingga menangani klub papan atas Premier League.
Meski demikian, Glasner mengaku belum memikirkan langkah berikutnya dalam karier kepelatihannya. Fokus utamanya saat ini hanyalah menikmati momen keberhasilan bersama Crystal Palace.
“Saya belum memikirkan apa pun soal masa depan. Saat ini saya hanya ingin menikmati kemenangan ini bersama tim,” katanya.
Ia mengungkapkan sepanjang musim dirinya memberikan seluruh fokus dan energi untuk Crystal Palace sehingga belum mempertimbangkan tawaran lain.
“Saya ingin memberikan segalanya untuk klub ini. Karena itu, saya belum memikirkan rencana berikutnya,” ujarnya.
Glasner pun menyiapkan perayaan sederhana usai final UEFA Conference League. Dengan nada bercanda, ia mengaku hanya ingin merayakan gelar bersama para pemain sebelum kembali ke London.
“Sekarang waktunya menikmati kemenangan bersama tim, minum beberapa bir, lalu besok kembali ke London,” ucap Glasner sambil tertawa.
Kepergian sang pelatih Oliver Glasner meninggalkan jejak penting dalam sejarah Crystal Palace.
Dari klub yang sebelumnya belum pernah meraih trofi besar, The Eagles kini berhasil menjelma menjadi salah satu tim Inggris yang mampu menjuarai kompetisi domestik sekaligus Eropa dalam waktu singkat. (***)