RADAR BOGOR - Kabar kurang menggembirakan datang dari kompetisi voli putri Korea Selatan (V-League) musim 2026/2027.
Opposite hitter asal Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, berpotensi kehilangan hingga 18 pertandingan bersama klub Hyundai Hillstate akibat rencana perubahan regulasi pemain asing.
Wacana tersebut muncul setelah pelatih tim nasional voli putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun, mengusulkan pembatasan jam bermain bagi pemain asing di kompetisi domestik.
Baca Juga: Bantuan Pangan Beras 20 Kg untuk 33 Juta KPM Disiapkan, Ini Perbedaan dengan Bansos BPNT Reguler
Jika aturan itu resmi diterapkan, seluruh pemain asing, termasuk Megawati, hanya akan diizinkan tampil pada separuh awal musim reguler.
Pelatih Timnas Korea Soroti Dominasi Pemain Asing
Usulan pembatasan tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran Cha Sang-hyun terhadap menurunnya kualitas pemain lokal di liga domestik.
Dalam pernyataannya kepada media pada Kamis, 28 Mei 2026, Cha Sang-hyun menilai dominasi pemain asing di V-League membuat perkembangan pemain lokal menjadi tidak optimal, terutama di posisi penyerang sayap.
Ia mengaku, kesulitan menemukan pemain lokal yang memiliki kemampuan serangan konsisten untuk kebutuhan tim nasional Korea Selatan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan utama perlunya penyesuaian regulasi agar pemain lokal bisa mendapatkan lebih banyak menit bermain dan pengalaman bertanding.
Statistik Serangan Pemain Lokal Jadi Sorotan
Cha Sang-hyun juga menyoroti rendahnya efektivitas serangan pemain lokal di kompetisi tersebut.
Ia menyebut, tidak ada pemain yang benar-benar dominan di sektor putri, dengan tingkat efektivitas serangan yang dinilai masih sangat rendah dan belum mencapai angka ideal.
Kondisi ini disebut menjadi salah satu tantangan besar bagi pengembangan tim nasional Korea Selatan di level internasional.
Megawati Hangestri Terseret Dampak Kebijakan Baru
Rencana pembatasan pemain asing ini tentu berdampak langsung pada Megawati Hangestri Pertiwi yang saat ini menjadi salah satu pemain kunci Hyundai Hillstate.
Jika aturan tersebut disahkan, pemain tim nasional Indonesia itu diperkirakan hanya bisa tampil pada paruh pertama musim reguler, yang berarti harus absen di sekitar 18 pertandingan.
Baca Juga: Heboh Dikira Begal di Cileungsi Bogor, Dua Pria Babak Belur Dihakimi Warga Ternyata Cuma Salah Paham
Situasi ini berpotensi memengaruhi ritme permainan sekaligus kontribusi Megawati bersama klubnya di V-League.
Masa Depan Pemain Asing di V-League Jadi Tanda Tanya
Wacana perubahan regulasi ini kembali memunculkan perdebatan soal peran pemain asing di liga domestik Korea Selatan.
Di satu sisi, kehadiran pemain asing dinilai meningkatkan kualitas kompetisi.
Namun di sisi lain, federasi dan pelatih tim nasional menilai perlu ada keseimbangan agar pemain lokal tetap berkembang.
Keputusan akhir terkait aturan tersebut masih menunggu pembahasan lebih lanjut dari otoritas liga V-League dan federasi voli Korea Selatan. (fiq/dns)
Editor : Siti Dewi Yanti