RADAR BOGOR – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Eropa.
Klub asal Prancis tersebut sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal di partai final musim 2025/2026.
Raihan PSG itu sekaligus menyamai pencapaian langka yang sebelumnya hanya mampu dilakukan oleh Real Madrid di era Liga Champions.
Ya, PSG resmi mempertahankan mahkota juara Liga Champions usai menundukkan Arsenal pada laga final yang berlangsung Sabtu 30 Mei 2026 malam WIB.
Pertandingan berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu. Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit sebelum Les Parisiens memastikan kemenangan melalui adu penalti dengan skor 4-3.
Keberhasilan tersebut membuat PSG masuk ke dalam daftar elite klub yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun.
Baca Juga: Proses Pencairan Bansos PKH dan BPNT Triwulan Kedua Berlanjut, 94,29 Persen KPM Sudah Diproses
Di era Liga Champions modern, hanya Real Madrid yang sebelumnya berhasil mencatatkan prestasi serupa.
Pencapaian ini menjadi semakin istimewa mengingat perjalanan PSG di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tidak selalu mulus.
Sebelum tahun 2020, klub yang bermarkas di Paris itu belum pernah mencapai partai puncak Liga Champions.
Final pertama PSG terjadi pada musim 2019/2020. Namun saat itu mereka harus mengakui keunggulan Bayern Munich.
Setelah akhirnya meraih trofi perdana pada musim 2024/2025, PSG kini berhasil mempertahankan gelar tersebut satu musim kemudian.
Sementara itu, Real Madrid masih menjadi klub tersukses dalam sejarah kompetisi ini dengan koleksi 15 trofi. Raksasa Spanyol tersebut pernah mempertahankan gelar pada dua periode berbeda.
Pada era Piala Champions, Los Blancos mendominasi dengan meraih lima gelar beruntun dari tahun 1956 hingga 1960.
Di era Liga Champions modern, mereka kembali mencatat sejarah dengan menjuarai kompetisi tiga musim berturut-turut pada periode 2016 hingga 2018.
Selain Real Madrid, Ajax Amsterdam juga pernah mempertahankan gelar juara pada era Piala Champions setelah menjadi kampiun selama tiga musim beruntun dari 1971 hingga 1973.
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengakui bahwa mempertahankan trofi Liga Champions musim ini merupakan tantangan yang lebih berat dibanding saat timnya meraih gelar pertama setahun lalu.
Menurut Enrique, kualitas permainan Arsenal membuat laga final berlangsung jauh lebih sulit dan menguras energi timnya hingga menit-menit terakhir.
“Kesuksesan kali ini terasa lebih menantang dibanding musim lalu. Kami sudah memahami sejak awal bahwa menghadapi Arsenal di final akan menjadi ujian yang sangat berat karena mereka merupakan tim dengan kualitas luar biasa,” ujar Enrique usai pertandingan.
Pelatih asal Spanyol itu menilai keberhasilan PSG melewati tekanan besar di final menjadi bukti perkembangan mental dan karakter timnya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa saat ini. (***)