RADAR BOGOR – Dunia sepak bola kembali dikejutkan dengan insiden yang menimpa gelandang senior Christian Eriksen.
Christian Eriksen dilaporkan sempat kolaps saat membela Denmark dalam laga uji coba internasional melawan Ukraina di Odense, Minggu 7 Juni 2026.
Peristiwa tersebut terjadi pada menit ke-65 pertandingan, ketika Christian Eriksen terlihat memegangi area dada sebelum akhirnya terjatuh di lapangan.
Kejadian ini sontak memicu kepanikan, mengingat riwayat kesehatan sang pemain yang pernah mengalami insiden serupa pada Euro 2021.
Saat itu, Christian Eriksen sempat mengalami henti jantung di tengah pertandingan dan bahkan dinyatakan tidak respons dalam beberapa menit sebelum berhasil diselamatkan tim medis.
Dalam kejadian terbaru ini, tim medis Denmark langsung memberikan pertolongan darurat di lapangan.
Asosiasi Sepak Bola Denmark bergerak cepat memberikan informasi terkait kondisi sang kapten tim nasional.
Dokter tim Denmark, Morten Boesen, memastikan bahwa kondisi Eriksen stabil dan ia dapat meninggalkan lapangan tanpa bantuan medis.
“Christian dalam keadaan baik. Ia sadar dan bisa berjalan sendiri menuju ambulans. Dari pemeriksaan awal, perangkat defibrillator yang tertanam di tubuhnya bekerja sebagaimana mestinya,” ujar Boesen.
Ia menambahkan bahwa meskipun sempat kehilangan kesadaran, Eriksen cepat kembali pulih sehingga memungkinkan komunikasi langsung dengan tim medis di lapangan.
Saat ini, ia masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Universitas Odense untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Pemain Denmark Bentuk Pelindung di Lapangan
Momen emosional terjadi saat proses penanganan medis berlangsung. Para pemain Denmark segera membentuk lingkaran pelindung di sekitar Eriksen untuk menjaga privasi sang pemain saat mendapat perawatan.
Setelah ia dibawa keluar lapangan, pemain dari kedua tim Denmark dan Ukraina terlihat saling bergandengan tangan membentuk lingkaran solidaritas sebagai bentuk dukungan moral.
Wasit dan panitia pertandingan akhirnya memutuskan untuk menghentikan laga lebih awal demi mempertimbangkan kondisi yang terjadi di lapangan.
Insiden ini kembali mengingatkan publik pada peristiwa di Euro 2021, saat Eriksen kolaps dalam laga melawan Finlandia akibat gangguan jantung dan harus mendapat tindakan resusitasi darurat.
Setelah itu, ia dipasangi alat defibrillator jantung (ICD) untuk membantu mengontrol ritme jantungnya.
Baca Juga: Dari Rahim Perguruan Tinggi: Inspiring Innovation with Integrity, Lahir Pejabat Korup?
Meski sempat diragukan dapat kembali bermain profesional, Eriksen berhasil bangkit dan melanjutkan kariernya di level tertinggi Eropa.
Karier Eriksen Usai Pulih dari Insiden Euro 2021
Usai berpisah dengan Inter Milan karena regulasi medis di Italia, Eriksen sempat memperkuat Brentford sebelum kemudian bergabung dengan Manchester United.
Pada September 2025, ia melanjutkan kariernya ke Bundesliga bersama VfL Wolfsburg dengan kontrak hingga 2027. Namun, klub tersebut harus terdegradasi pada musim sebelumnya.
Menanggapi insiden terbaru, pihak Wolfsburg menyampaikan dukungan penuh dan terus memantau kondisi sang pemain serta berkoordinasi dengan Federasi Sepak Bola Denmark.
“Kami bersama Christian. Kami terus berkomunikasi dengan federasi dan mengikuti perkembangan kondisinya secara intensif,” demikian pernyataan klub dengan parafrase.
Hingga kini, penyebab pasti pingsannya Eriksen masih dalam penyelidikan tim medis. Pemeriksaan menyeluruh terus dilakukan untuk memastikan kondisi jantung dan kesehatannya secara umum.
Dokter tim Denmark juga menyampaikan bahwa Eriksen sempat menitipkan pesan kepada rekan-rekannya bahwa dirinya dalam kondisi membaik dan meminta agar kabar tersebut disampaikan kepada tim.
Dunia sepak bola kini menantikan hasil pemeriksaan lanjutan sambil berharap Chirstian Eriksen dapat segera pulih dan kembali beraktivitas tanpa komplikasi lebih lanjut. (***)
Editor : Yosep Awaludin