RADAR BOGOR – Harapan publik Ghana untuk melihat seragam kandang terbaru di panggung Piala Dunia 2026 harus tertunda.
Itu setelah FIFA memastikan aturan penentuan warna jersey sehingga tidak memungkinkan pemakaian kostum utama Ghana tersebut di fase grup.
Sebelumnya, apparel olahraga Puma telah meluncurkan jersey terbaru Timnas Ghana dalam sebuah acara di New York, Amerika Serikat.
Desain tersebut langsung mencuri perhatian karena mengangkat kekayaan budaya Afrika Barat melalui sentuhan visual yang kuat dan penuh makna.
Seragam kandang Ghana hadir dengan dominasi warna putih yang dipadukan motif menyerupai jaring laba-laba, terinspirasi dari legenda Kwaku Ananse tokoh cerita rakyat Afrika Barat yang dikenal cerdik dan bijaksana.
Pola berwarna merah, kuning, hijau, hingga biru pada jersey tersebut melambangkan kreativitas, kekuatan, serta identitas budaya Ghana.
Baca Juga: Hendak Menyeberang Rel, Lansia 67 Tahun Meregang Nyawa Tertabrak KRL di Perlintasan Bojonggede Bogor
Sementara itu, jersey tandang dibuat dengan warna kuning cerah yang terinspirasi dari suasana Pasar Makola di ibu kota Accra.
Desainnya juga menggabungkan elemen simbol Adinkra dan motif kain tradisional Kente yang menjadi warisan budaya negara tersebut.
Meski mendapat respons positif dari penggemar sepak bola dan dinilai sebagai salah satu desain paling ikonik menjelang turnamen, jersey kandang tersebut belum akan digunakan selama fase grup.
Hal ini disebabkan aturan FIFA yang mengharuskan setiap tim peserta menyerahkan dua set seragam resmi sebelum turnamen dimulai.
Berdasarkan ketentuan tersebut, FIFA kemudian menetapkan warna jersey yang digunakan dalam setiap pertandingan untuk menghindari benturan warna antar tim di lapangan.
Selain aspek teknis, FIFA juga mempertimbangkan faktor kenyamanan visual penonton, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan dalam membedakan warna, sehingga kontras antara tim harus tetap terjaga.
Dalam daftar resmi penetapan seragam untuk 72 pertandingan fase grup, Ghana tidak mendapatkan jadwal penggunaan jersey kandang putih mereka di tiga laga awal turnamen.
Keputusan ini membuat publik harus menunggu lebih lama untuk menyaksikan kostum baru tersebut dipakai di pertandingan resmi.
Namun, peluang tetap terbuka apabila Ghana berhasil melaju ke babak selanjutnya, karena penentuan warna seragam akan kembali disesuaikan oleh FIFA.
Dengan demikian, jersey kandang bernuansa budaya tersebut kemungkinan baru akan tampil di fase gugur Piala Dunia 2026, tergantung hasil dan penetapan pertandingan berikutnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin