RADAR BOGOR - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman merespon kehadiran juru taktik Vietnam di laga menghadapi Mozambik di SUGBK.
Pelatih Vietnam, Kim Sang Sik diketahui menyaksikan laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia berhadapan dengan Mozambik.
Kim Sang-sik diketahui hadir di tribun untuk memantau permainan Timnas Indonesia yang akan menjadi salah satu pesaing Vietnam di Piala AFF.
Kehadirannya pun memunculkan anggapan bahwa Vietnam sedang melakukan pengamatan khusus terhadap kekuatan Indonesia.
Namun, John Herdman tidak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang perlu dipermasalahkan.
Menurutnya, memantau calon lawan secara langsung merupakan hal yang lazim dilakukan dalam sepak bola modern.
Baca Juga: Ketagihan Belanja Pemain di Serie A, Manchester United Kini Bidik Striker Muda Inter Milan
"Saya pikir pelatih Vietnam malam ini sedang melakukan pemantauan pemain dan tim Indonesia," ujar Herdman
Tanggungjawab Seorang Pelatih
John Herdman menilai setiap pelatih memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi mengenai tim yang berpotensi dihadapi.
Karena itu, kehadiran Kim Sang-sik di stadion dianggap sebagai bagian dari pekerjaan profesional seorang pelatih.
Herdman juga menegaskan bahwa perkembangan Timnas Indonesia saat ini memang menarik perhatian banyak pihak.
Berbekal kualitas pemain yang terus meningkat, Indonesia dinilai layak menjadi objek pengamatan tim-tim lain.
Baginya, semakin banyak lawan yang memperhatikan Indonesia justru menjadi tanda bahwa kekuatan Garuda kini semakin diperhitungkan di level internasional.
Berbicara soal Piala AFF, John Herdman mengaku tidak risau meski dipantau pelatih lawan.
Pria berdarah Inggris itu menegaskan, apa yang dilihat hari ini bisa berbeda saat AFF mendatang.
"AFF juga akan menjadi turnamen yang berbeda. Semoga dia (Kim Sang-sik) mendapatkan kesempatan melihat beberapa pemain kami malam ini. Dan saya mendoakan yang terbaik untuknya," pungkasnya.
Laga melawan Mozambik sendiri menjadi pertandingan keempat Herdman bersama Timnas Indonesia. Hasilnya Garuda mampu menang tiga kali dan sekali kalah. (***)
Editor : Yosep Awaludin