RADAR BOGOR – HJB Basketball 3x3 Tournament 2026 tak hanya menjadi ajang kompetisi semata. Di balik penyelenggaraannya, turnamen basket ini disiapkan sebagai sarana strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial di Kota Bogor.
Momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dimanfaatkan Pengcab Perbasi Kota Bogor untuk memperkuat sistem pembinaan berjenjang. Melalui turnamen yang digelar di Taman Ekspresi Sempur pada 12–14 Juni 2026 ini, proses talent scouting dilakukan secara langsung di lapangan.
Perwakilan tim pelaksana, Mila Farida Firdaus, menyebutkan seluruh pemain yang tampil akan masuk dalam radar pemantauan Perbasi. Data performa selama pertandingan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan atlet yang layak masuk program pembinaan.
Baca Juga: Rayakan Hari Jadi Bogor, 68 Tim Bakal Unjuk Gigi di Turnamen Basket 3x3 Taman Ekspresi
“Turnamen ini bukan hanya soal menang atau kalah, kami ingin melihat potensi, konsistensi, dan karakter bermain atlet, semua itu akan menjadi bahan bagi Perbasi untuk pembinaan ke depan,” ujarnya dalam podcast di Radar Bogor, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurutnya, tingginya partisipasi tim dari berbagai kategori menunjukkan ekosistem basket di Kota Bogor terus berkembang. Hal tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan regenerasi atlet yang berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan pelaksana lainnya, Jodi Sofyan, menilai nomor 3x3 memiliki prospek besar dalam mendongkrak prestasi daerah. Selain lebih dinamis, format permainan ini dinilai lebih efektif dalam mencetak atlet kompetitif.
“Dari sisi pembinaan, 3x3 ini lebih efisien, jumlah pemain sedikit, tapi intensitas permainan tinggi, ini bagus untuk membentuk mental dan kemampuan individu atlet,” jelas Jodi.
Ia menambahkan, peluang meraih prestasi di nomor 3x3 juga terbuka lebar dan dalam perhitungan medali, nomor ini memiliki bobot yang sama dengan basket konvensional 5x5.
Dengan sistem pertandingan berdurasi singkat, yakni 10 menit bersih atau hingga mencapai 21 poin, setiap pemain dituntut tampil maksimal sejak awal laga. Minimnya peran pelatih di lapangan juga membuat kemampuan membaca permainan menjadi faktor kunci.
“Di 3x3, pemain harus mandiri, tidak ada arahan terus-menerus dari pelatih, di situ terlihat kualitas sebenarnya, baik dari segi teknik maupun mental,” tambahnya.
Kota Bogor memiliki rekam jejak cukup kuat di nomor ini, pada debut basket 3x3 di Porda Jawa Barat 2018, tim Kota Bogor berhasil meraih medali perak, selain itu, Bogor juga melahirkan atlet dan pelatih berprestasi di level Asia.
Turnamen ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi tim basket Kota Bogor agar lebih kompetitif, baik di level provinsi maupun nasional. (uma)
Editor : Eka Rahmawati