RADAR BOGOR - Piala Dunia 2026 menjadi malam yang sulit dilupakan bagi gelandang Afrika Selatan, Sphephelo Sithole.
Pemain berusia 27 tahun itu menjadi sorotan setelah melakukan kesalahan yang berujung gol pembuka Meksiko sebelum akhirnya menerima kartu merah dalam laga pembuka Grup A yang berlangsung di Estadio Azteca, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB.
Pada pertandingan tersebut, Afrika Selatan harus mengakui keunggulan tuan rumah Meksiko dengan skor 0-2.
Baca Juga: Julian Quiñones Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Dua gol kemenangan tim besutan Javier Aguirre, pelatih kepala Timnas Meksiko, dicetak oleh Julian Quiñones dan Raul Jimenez.
Bagi Sithole, pertandingan itu berubah menjadi mimpi buruk sejak menit-menit awal laga.
Blunder di Awal Laga Jadi Titik Balik Pertandingan
Afrika Selatan sebenarnya berupaya membangun serangan dari area pertahanan sendiri.
Namun, pada menit kesembilan, kesalahan dalam mengontrol bola membuat situasi berubah drastis.
Sithole yang menerima umpan pendek dari penjaga gawang Rhonwen Williams gagal mengamankan penguasaan bola saat mendapat tekanan dari pemain Meksiko.
Bola liar kemudian jatuh ke kaki Julian Quiñones yang langsung memanfaatkan peluang tersebut untuk mencetak gol pembuka.
Gol cepat itu membuat Meksiko tampil semakin percaya diri, sementara Afrika Selatan harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
Kartu Merah Langsung Perburuk Situasi Afrika Selatan
Petaka kedua bagi Sithole datang di awal babak kedua.
Pada menit ke-49, gelandang Afrika Selatan itu melakukan pelanggaran terhadap Brian Gutierrez yang sedang berada dalam posisi berbahaya dan berpeluang besar mencetak gol.
Baca Juga: Kedai Teh Djawa Soedimoro Kini Hadir di Gading Serpong, Suasana Pedesaan di Tengah Kota
Wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, memutuskan memberikan kartu merah langsung kepada Sithole karena dianggap menggagalkan peluang emas lawan.
Meski pelanggaran terjadi sangat dekat dengan kotak penalti, wasit menilai insiden tersebut berlangsung tepat di luar area terlarang sehingga Meksiko tidak mendapatkan hadiah penalti.
Keputusan itu membuat Afrika Selatan harus melanjutkan pertandingan dengan hanya 10 pemain.
Meksiko Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Bermain dengan keunggulan pemain membuat Meksiko semakin leluasa mengendalikan pertandingan.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan ke lini pertahanan Afrika Selatan yang mulai kesulitan mengimbangi tempo permainan lawan.
Dominasi tersebut akhirnya menghasilkan gol kedua pada menit ke-67.
Penyerang veteran Raul Jimenez berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah menyundul bola hasil umpan matang dari rekan setimnya.
Gol tersebut praktis membuat posisi Afrika Selatan semakin sulit untuk bangkit.
VAR Kembali Berperan, Afrika Selatan Kehilangan Pemain Kedua
Kesulitan Afrika Selatan belum berakhir. Pada menit ke-84, tim berjuluk Bafana Bafana kembali kehilangan pemain setelah Themba Zwane mendapat kartu merah.
Insiden bermula ketika Zwane terlibat kontak dengan pemain Meksiko Roberto Alvarado.
Baca Juga: Belum Dapat Bansos PKH Meski Punya Balita? Cek Penyebab dan Solusinya di Sini
Setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit Wilton Sampaio memutuskan memberikan kartu merah karena menilai Zwane melakukan pelanggaran serius dengan menyikut lawannya.
Dengan sembilan pemain di lapangan, peluang Afrika Selatan untuk mengejar ketertinggalan semakin menipis.
Meksiko Juga Kehilangan Satu Pemain di Pengujung Laga
Menjelang pertandingan berakhir, Meksiko juga harus bermain dengan 10 pemain.
Pada masa injury time, bek Cesar Montes menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Khuliso Mudau yang tengah berupaya membangun serangan.
Namun, insiden tersebut tidak mengubah jalannya pertandingan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Meksiko tetap bertahan.
Hasil ini membawa Meksiko mengawali perjalanan mereka di Grup A Piala Dunia 2026 dengan tiga poin penting, sementara Afrika Selatan harus segera bangkit untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti