RADAR BOGOR - Penampilan impresif Anthony Gordon saat membawa Timnas Inggris mengalahkan Kosta Rika, semakin memperkuat peluangnya menjadi pilihan utama pelatih Thomas Tuchel di Piala Dunia 2026.
Keyakinan tersebut disampaikan oleh Roy Keane, mantan kapten Manchester United yang kini berkarier sebagai analis sepak bola.
Menurut Keane, performa terkini Gordon membuatnya berada di posisi yang lebih unggul dibanding Marcus Rashford dalam persaingan memperebutkan satu tempat di lini serang The Three Lions.
Baca Juga: Nasib Tragis Sphephelo Sithole di Piala Dunia 2026
Inggris menutup rangkaian laga persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Kosta Rika di Inter&Co Stadium, Florida, Kamis (11/6/2026).
Tiga gol kemenangan skuad asuhan Thomas Tuchel dicetak oleh Declan Rice, Anthony Gordon melalui titik penalti, dan Ollie Watkins.
Namun di balik kemenangan tersebut, sorotan utama justru tertuju kepada Anthony Gordon yang tampil sangat dominan sepanjang pertandingan.
Jadi Motor Serangan Inggris dari Sisi Sayap
Sejak menit pertama, Gordon menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain paling berbahaya di lini depan Inggris.
Bermain dari sektor sayap, pemain yang baru bergabung dengan Barcelona itu berkali-kali merepotkan pertahanan Kosta Rika melalui kecepatan dan kemampuan menggiring bolanya.
Kontribusi Gordon tidak hanya terlihat dari gol yang ia cetak.
Pemain berusia 25 tahun tersebut juga berperan besar dalam terciptanya gol pembuka Inggris setelah mengirimkan umpan matang yang berhasil diselesaikan Declan Rice.
Selain mencatatkan satu gol dan satu assist, Gordon juga membukukan sejumlah aksi individu yang membuat pertahanan lawan kesulitan mengantisipasi pergerakannya.
Penampilan gemilang itu membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik Inggris sebelum akhirnya digantikan Marcus Rashford pada menit ke-70.
Rashford Belum Mampu Menyamai Dampak Gordon
Masuk sebagai pemain pengganti, Marcus Rashford tetap berusaha memberikan kontribusi untuk tim.
Penyerang Manchester United tersebut sempat mencatatkan satu tembakan dan satu umpan kunci.
Baca Juga: Julian Quiñones Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Namun secara keseluruhan, pengaruhnya dalam pertandingan dinilai belum mampu menyamai performa yang ditunjukkan Gordon sejak awal laga.
Perbedaan kontribusi itulah yang membuat Roy Keane menilai Thomas Tuchel kemungkinan besar akan lebih mempercayakan posisi utama kepada Gordon ketika Inggris memulai kampanye mereka di Piala Dunia 2026.
Roy Keane: Gordon Sedang Berada di Momentum Terbaik
Sebagai mantan kapten Manchester United dan analis sepak bola, Roy Keane menilai kondisi mental serta performa Gordon saat ini berada pada level yang sangat baik.
Menurut Keane, kepindahan sang pemain ke Barcelona memberikan dorongan kepercayaan diri yang besar.
Situasi tersebut membuat Gordon tampil lebih matang dan konsisten dibanding beberapa musim sebelumnya.
"Anthony Gordon akan dipilih," ucapnya.
Keane juga menilai, Thomas Tuchel justru diuntungkan dengan adanya persaingan sehat antara Gordon dan Rashford.
Ia melihat, kedua pemain saling mendorong untuk menunjukkan performa terbaik demi mendapatkan tempat di tim utama Inggris.
Dalam pandangannya, kondisi seperti itu merupakan skenario ideal bagi seorang pelatih karena menciptakan kompetisi yang sehat di dalam skuad sekaligus meningkatkan kualitas permainan tim secara keseluruhan.
Persaingan Ketat Jadi Modal Inggris di Piala Dunia 2026
Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, Inggris memiliki banyak opsi berkualitas di sektor penyerangan.
Baca Juga: Kedai Teh Djawa Soedimoro Kini Hadir di Gading Serpong, Suasana Pedesaan di Tengah Kota
Anthony Gordon yang sedang berada dalam performa terbaiknya kini menjadi pesaing serius bagi Marcus Rashford untuk mengisi posisi sayap utama.
Situasi tersebut memberikan fleksibilitas lebih bagi Thomas Tuchel dalam menyusun strategi menghadapi lawan-lawan berat di turnamen nanti.
Jika mampu mempertahankan konsistensinya, bukan tidak mungkin Gordon akan menjadi salah satu sosok penting yang membawa Inggris melangkah jauh di Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti