RADAR BOGOR - Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menjadi sorotan setelah komentarnya tentang Italia memicu kontroversi.
Pernyataannya dianggap tidak sensitif terhadap kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam sebuah wawancara, Infantino menyinggung opsi perluasan jumlah peserta turnamen.
Ia menyebut format bisa diperbesar untuk memperluas partisipasi negara anggota FIFA.
Italia dipastikan absen setelah kalah pada babak play-off melawan Bosnia dan Herzegovina.
Kegagalan itu membuat mereka untuk ketiga kalinya beruntun tidak tampil di Piala Dunia.
Baca Juga: Bansos Rp5,4 Juta per Orang Bukan Program Baru, Ini Fakta dan Penjelasan Resminya
Situasi tersebut memicu perubahan besar di tubuh sepak bola Italia.
Beberapa tokoh penting seperti Gennaro Gattuso dan Gianluigi Buffon mundur dari posisi mereka.
Infantino kemudian menyebut secara bercanda kemungkinan turnamen diikuti hingga 208 tim.
“Masalah itu telah diajukan ke dewan FIFA, tetapi sementara itu, mari kita nikmati edisi pertama ini dengan 48 tim," katanya dikutip dari Football Italia.
"Mungkin Italia bisa lolos dengan 64 tim, atau bahkan bisa sampai 208 tim untuk memastikan mereka berpartisipasi,” sambung infantino
Picu Kemarahan Publik Italia
Ucapan itu dianggap publik Italia sebagai sindiran terhadap performa tim nasional mereka.
Sejumlah politisi Italia langsung memberikan respons keras terhadap pernyataan tersebut.
Gaetano Amato dari Movimento 5 Stelle menilai komentar itu merendahkan Italia.
“Apakah Gianni Infantino berpikir bahwa dirinya sedang melucu soal Italia yang tidak lolos ke Piala Dunia? Kita harus ingat bahwa dia tidak berbicara sebagai seorang penggemar di bar, tetapi sebagai Presiden FIFA," kecamnya.
Baca Juga: Bansos PKH KKS Bank BRI Sudah Cair, KKS Baru dan Lama Sama-sama Dapat, Ini Buktinya
"Sebuah jabatan yang juga ia dapatkan berkat dukungan federasi Italia, dan yang seharusnya membawa keseimbangan serta rasa hormat," tambah Amato.
Ia menyebut seorang Presiden FIFA seharusnya menjaga netralitas dan kehormatan federasi anggota.
Amato menegaskan bahwa kritik terhadap kondisi sepak bola Italia tidak perlu diperburuk.
Kontroversi ini memperpanjang sorotan terhadap kepemimpinan FIFA dalam isu sensitif sepak bola dunia. (***)
Editor : Yosep Awaludin