Tim Pemkot Bogor diperkuat sejumlah pemain yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi. Ia bermain bersama Eko Prabowo, Boris Derurasman, Hanafi, Anang Yusuf, Ari Syarifudin, Muhamad Haris, Dheri Wiriadirama, Atia, Rendra, serta Sarah dari PDAM Kota Bogor dan Ian Mulyana dari Perumda Pasar Pakuan Jaya.
Di kubu Black Cats, deretan pemain berasal dari berbagai latar belakang profesi dan organisasi. Mereka antara lain Untung Kurniadi yang juga menjabat Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Bogor, Fahmy dari BRI Suryakencana, Ketua HIPKA Bogor Reflianosa Ibrahim, Akhmad Hidayatullah atau Daday, Caesario dan Yorry dari HIPMI Bogor.
Lalu ada Beninu Argoebie, anggota DPRD Kota Bogor Heri Cahyono, Rivaldi Surya Pratama dari Pemuda Pancasila, budayawan Sunda KDF, Ketua Kadin Kota Bogor periode 2024–2029 Bagus Maulana, Ivan dari HJI Club, serta Sarah dari PGI Kota Bogor.
Panitia menerapkan format pertandingan yang berbeda dari biasanya. Seluruh peserta dibagi ke dalam tujuh pasangan yang masing-masing harus menjalani tiga laga melawan lawan berbeda berdasarkan hasil pengundian melalui aplikasi. Tim yang mengumpulkan poin terbanyak di akhir pertandingan berhak menjadi juara.
Pada fase awal, Black Cats tampil meyakinkan. Beberapa pasangan seperti Caesario-Yorry, Ivan-Sarah, dan Beninu-Rivaldi mampu meraih kemenangan beruntun sehingga membawa tim mereka unggul dalam perolehan angka.
Meski demikian, Tim Pemkot Bogor berhasil bangkit. Permainan solid yang ditunjukkan pasangan Boris-Hanafi, duet Rendra-Atia, serta kolaborasi Dheri-Haris membuat mereka perlahan mengejar dan akhirnya mengambil alih keunggulan.
Ciptakan Aktivitas Ekonomi Baru
Persaingan semakin ketat memasuki pertengahan pertandingan. Pasangan Untung Kurniadi-Fahmy yang menjadi andalan Black Cats berusaha mengembalikan momentum timnya saat menghadapi duet Denny Mulyadi-Eko Prabowo. Laga berlangsung sengit dan berakhir imbang 2-2, membuat perebutan posisi puncak klasemen sementara tetap terbuka.
Penentuan juara terjadi pada sesi terakhir ketika Tim Pemkot Bogor melakukan rotasi pemain. Pasangan Rendra-Hanafi tampil impresif dengan permainan agresif dan efektif. Mereka sukses mengatasi perlawanan Reflianosa Ibrahim-Daday dengan skor 3-1.
Hasil tersebut mengantarkan Tim Pemkot Bogor menjadi tim dengan raihan poin tertinggi sekaligus keluar sebagai juara dalam ajang Padel Battle Persahabatan Dream Padel 2026.
Pererat Hubungan Antarkomunitas dan Pemangku Kepentingan
Ketua KONI Kota Bogor, Dedy Sumarna, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga padel tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga efektif dalam mempererat hubungan antarkomunitas dan pemangku kepentingan di Kota Bogor.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyampaikan dukungannya terhadap pertumbuhan komunitas olahraga yang dinilai mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus memperluas jejaring sosial masyarakat.
“Komunitas olahraga seperti padel memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian daerah. Namun bagi Aparatur Sipil Negara, aktivitas olahraga tetap harus memperhatikan pengaturan waktu dan dilaksanakan di luar jam kerja atau pada hari libur agar tidak mengganggu pelayanan publik,” ujar Denny Mulyadi.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Lebih dari sekadar kompetisi, pertandingan persahabatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, membangun relasi yang lebih erat, serta menumbuhkan semangat hidup sehat melalui olahraga di Kota Bogor.