Di balik sukses penyelenggaraannya, MotoGP Indonesia menunjukkan lompatan besar dalam kualitas SDM, khususnya para marshal lokal asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini dipercaya bertugas hingga ke ajang balap internasional di luar negeri.
Indonesia kembali bersiap menjadi tuan rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Namun, sorotan kali ini tak hanya tertuju pada aksi para rider MotoGP, melainkan juga pada kiprah SDM lokal yang semakin mendapat pengakuan dunia.
Mengutip unggahan Instagram @otomotifweekly, Direktur Utama InJourney, Maya Watono, membagikan kisah perjalanan penyelenggaraan MotoGP Mandalika sejak pertama kali digelar pada 2022.
Ia mengungkapkan, pada penyelenggaraan perdana MotoGP di Mandalika, seluruh petugas marshal yang bertugas di lintasan masih didominasi tenaga profesional dari Dorna Sports, Spanyol, selaku pemegang hak komersial MotoGP.
Kini situasinya berubah drastis. Menurut Maya, seluruh marshal yang bertugas di Sirkuit Mandalika telah diisi oleh masyarakat lokal NTB yang sebelumnya mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara intensif.
"Ini menjadi pencapaian yang sangat membanggakan," kata Maya yang disambut tepuk tangan peserta diskusi, termasuk Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam kesempatan tersebut.
Marshal Indonesia Tembus Ajang Internasional
Perkembangan SDM lokal Indonesia tidak berhenti pada keberhasilan mengelola event di dalam negeri.
Maya menjelaskan bahwa kompetensi para marshal Mandalika kini telah diakui secara internasional.
Para marshal yang sebelumnya belajar dari tenaga ahli Dorna kini justru dipercaya membantu penyelenggaraan balap di negara lain.
"Marshal kita mulai mendapatkan kesempatan bertugas di Jepang dan Malaysia. Ini menunjukkan bahwa kualitas SDM Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Potensi yang dimiliki sangat besar untuk terus dikembangkan hingga menembus pasar internasional," ungkapnya.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa transfer pengetahuan dari penyelenggaraan MotoGP telah menghasilkan tenaga profesional berstandar dunia.
MotoGP Mandalika Bangun Kebanggaan Nasional
Maya menilai kehadiran MotoGP di Mandalika bukan sekadar sarana memperkenalkan Indonesia kepada dunia atau nation branding.
Lebih jauh, ajang balap paling bergengsi itu berhasil menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap kemampuan bangsa sendiri.
Baca Juga: Resep Tongseng Telur Dadar, Menu Hemat Budget, Masak 15 Menit, Cocok untuk Bekal Keluarga
Dengan jumlah penonton global yang diperkirakan mencapai 200 juta hingga 670 juta pasang mata, Indonesia dinilai berhasil menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara event olahraga internasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa talenta Indonesia, mulai dari para marshal, pekerja pendukung, hingga pembalap muda, memiliki kemampuan untuk berdiri sejajar dengan para pelaku industri otomotif dunia.
Sirkuit Mandalika pun kini tidak hanya dikenal sebagai arena balap kelas dunia. Lebih dari itu, Mandalika telah menjelma menjadi simbol kemajuan SDM Indonesia.
Sekaligus panggung yang membuktikan bahwa bangsa ini siap berkompetisi, berkontribusi, dan membanggakan nama Indonesia di level internasional.(Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin