RADAR BOGOR- Nama Eloy Room mendadak menjadi sorotan dunia sepak bola setelah tampil luar biasa saat Curacao menahan imbang Ekuador tanpa gol pada laga Grup E Piala Dunia 2026.
Di tengah gempuran serangan lawan sepanjang pertandingan, sang kiper Curacao Dantampil bak tembok yang sulit ditembus.
Penjaga gawang berpengalaman itu menjadi aktor utama di balik hasil bersejarah yang diraih Curaçao.
Berkat refleks cepat dan penyelamatan krusial yang dilakukannya berulang kali, Ekuador gagal mencetak satu gol pun meski mendominasi jalannya laga.
Catatan 15 penyelamatan yang dibukukan Room dalam pertandingan tersebut menjadi salah satu performa individu paling mengesankan sepanjang turnamen.
Aksinya tidak hanya menyelamatkan tim dari kekalahan, tetapi juga membantu Curaçao meraih poin penting dalam perjuangan mereka di fase grup.
Baca Juga: Favorit Mahasiswa! Ini 4 Tempat Nongkrong Hits di Depok yang Nyaman Buat Nugas
Eloy Victor Room lahir di Nijmegen, Belanda, pada 6 Februari 1989. Meski dibesarkan di negeri kelahirannya, ia memilih membela tim nasional Curaçao, negara yang memiliki ikatan kuat dengan keluarganya.
Karier profesional Room dimulai di Belanda. Ia menimba ilmu di akademi NEC Nijmegen sebelum menembus level senior.
Kemampuannya sebagai penjaga gawang kemudian membawanya memperkuat sejumlah klub besar Eredivisie, termasuk Vitesse Arnhem dan PSV Eindhoven.
Saat berseragam Vitesse, Room berkembang menjadi salah satu kiper yang cukup diperhitungkan di kompetisi kasta tertinggi Belanda.
Konsistensinya di bawah mistar membuat namanya mulai dikenal di luar negeri.
Petualangan kariernya kemudian berlanjut ke Amerika Serikat. Ia pernah memperkuat Columbus Crew di Major League Soccer sebelum melanjutkan karier bersama Miami FC.
Di level internasional, Room telah menjadi sosok penting bagi Curacao selama lebih dari satu dekade.
Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Percepat Normalisasi Irigasi di Bogor Utara, Solusi Atasi Banjir Tahunan
Pengalamannya yang kaya membuat dirinya dipercaya sebagai pemimpin di lini belakang tim berjuluk La Familia Azul tersebut.
Penampilan heroiknya melawan Ekuador menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk tampil di level tertinggi.
Saat banyak pemain seusianya mulai memasuki akhir karier, Room justru menunjukkan salah satu performa terbaik dalam hidupnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin