RADAR BOGOR — Pertandingan antara Inggris vs Ghana di fase grup Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan duel sengit di dalam lapangan, tapi juga ketegangan tinggi yang berlanjut hingga ke lorong stadion.
Bintang muda Real Madrid, Jude Bellingham, tertangkap kamera terlibat adu mulut hebat dengan Pelatih Ghana, Carlos Queiroz.
Insiden tersebut memicu reaksi dari sang manajer, Thomas Tuchel, yang langsung pasang badan membela anak asuhnya.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari BBC Sport, percikan emosi mulai terlihat menjelang turun minum setelah Jude Bellingham melakukan pelanggaran terhadap bek Ghana, Jerome Opoku.
Begitu peluit babak pertama berbunyi, tensi justru semakin memuncak. Jude Bellingham tampak beradu argumen dengan Carlos Queiroz dan jajaran staf kepelatihan Ghana saat berjalan menuju terowongan Stadion Boston.
Situasi bahkan cukup intens hingga rekan setimnya, Morgan Rogers, harus turun tangan untuk menarik Jude Bellingham menjauh guna mencegah keributan yang lebih besar.
Baca Juga: Airnya Super Jernih dan Dikelilingi Bukit Hijau, Situ Ciranca Layak Masuk Wishlist Liburan Anda
Menanggapi kejadian tersebut, Thomas Tuchel menganggapnya sebagai hal yang wajar dalam sepak bola.
"Itu adalah luapan emosi, dan Jude hanya membela dirinya sendiri serta timnya," ujar Tuchel.
"Emosi adalah bagian dari permainan, tapi kami tidak ingin terganggu oleh hal-hal yang bisa mengalihkan fokus kami," katanya.
Di sisi lain, Carlos Queiroz mengklaim bahwa ketegangan dipicu oleh reaksi buruk dari gelandang berusia 22 tahun tersebut.
"Dia mengalami reaksi buruk dengan beberapa sebutan yang tidak pantas, dan itulah mengapa cerita ini dimulai," ungkap mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United itu.
Meski sempat emosional, JUde Bellingham berusaha meredakan situasi setelah pertandingan selesai. Ia mengaku sangat menghormati sosok Queiroz.
"Sejujurnya, itu terjadi saat saya melakukan tekel yang ceroboh," kata Bellingham. "Saya rasa saya mengenali manajer mereka (Queiroz). Dia jelas orang yang dulunya di Manchester United, jadi saya sangat menghormatinya," tuturnya.
Menariknya, walaupun laga berakhir dengan skor kacamata 0-0 akibat pertahanan total Ghana, Jude Bellingham tetap dinobatkan sebagai Man of the Match (MOTM).
Baca Juga: Ikuti Turnamen di Malaysia, Tim Anggar Kota Bogor Targetkan Tiga Medali Emas
Namun, alih-alih jemawa, ia justru merasa tidak layak menerima penghargaan tersebut.
"Sejujurnya, saya tidak pantas mendapatkannya. Seharusnya penghargaan itu diberikan kepada salah satu pemain mereka yang bermain bertahan dengan sangat baik," aku Bellingham dengan rendah hati kepada BBC Sport.
"Saya punya beberapa momen bagus tetapi tidak bisa benar-benar masuk ke dalam permainan," tambahnya.
Seperti dilansir dari BBC Sport, hasil imbang ini tetap membuat posisi Inggris aman di puncak Grup L.
Mereka hanya membutuhkan hasil imbang melawan Panama pada hari Sabtu nanti untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Renno/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin